Jelang Usia 88 LK Ara Luncurkan Buku Didong dan Tari Guel dari Gayo Aceh

Date:

Jakarta-IMBCNews – Sastrawan Lesik Kati Ara yang akrab disapa LK Ara menjelang usia 88 tahun meluncurkan buku tentang pelestarian budaya tradisional melalui bukunya berjudul “Didong dan Tari Guel dari Gayo, Aceh”.

Buku ini tidak hanya mengupas tentang Didong, seni tutur dan musik yang khas dari dataran tinggi Gayo, tetapi juga membahas Tari Guel, tarian sakral yang erat kaitannya dengan ritual kerajaan dan spiritualitas masyarakat Gayo.

Peluncuran buku satrawan kelahiran Tangengon, 12 November 1937 ini berlangsung di Aula PDS HB Jassin, Taman Ismail Marzuki ( TIM) Jakarta pada Kamis 25 Juli 2025.

Acara peluncuran buku LK Ara yang dipandu Swary Utami Dewi, diselenggarakan oleh Taman Inspirasi Sastra Indonesia (TISI), KOMPI, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Jakarta.

Pada acara ini digelar pula diskusi dengan narasumber; Rektor Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh, Prof Wildan dan Penggiat Didong, Rahmat Miko dengan moderator Fikar W Eda. Selain itu pembacaan puisi karya LK Ara oleh Jose Rizal Manua, Prof Rahmat Salam dan Putra Gara.

LK Ara telah menghasilkan banyak karya puisi dan syair, serta aktif dalam mempromosikan budaya Gayo melalui tulisan dan pertunjukan. Bukunya tidak hanya mengupas tentang Didong, seni tutur dan musik yang khas dari dataran tinggi Gayo, tetapi juga membahas Tari Guel, tarian sakral yang erat kaitannya dengan ritual kerajaan dan spiritualitas masyarakat Gayo.

Melalui narasi puitis dan analisis kultural khas LK Ara, pembaca diajak memahami filosofi, sejarah, serta perkembangan kedua warisan budaya ini dari masa ke masa. Karya-karyanya telah menjadi referensi penting dalam kajian sastra dan budaya Indonesia.

Menurut Prof Wildan, LK Ara sudah menerbitkan buku sejak tahun 1969. Antologi puisi pertamanya berjudul Angin Laut Tawar berisi 16 puisi diterbitkan oleh Balai Pustaka.

“Saya berencana di perpustakaan kampus ISBI Aceh ada “Corner LK Ara” yang menyimpan karya-karya beliau,” ujar Wildan.

Jose Rizal Manua mengaku mengenal LK Ara sejak tahun 1972. “Beliau aktif menyelenggarakan kegiatan satra,
yang paling berkesan saat menggelar festival Didong,” ungkap Jose Rizal sebelum membaca puisi karya LK Ara berjudul “Tanpa Judul”. (*)

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Kebiasaan di Malam Hari yang Merusak Ginjal

IMBCEWS – JAKARTA - GINJAL berperan penting menyaring racun,...

Agak Laen 2: Menyala Pantiku! Siap Tayang Serentak 27 November

Jakarta-IMBCNews - Satu lagi film komedi terbaru dari Imajinari,...

JIPM 2025: Ruang Kolaborasi di Jakarta Semakin Terbuka

Jakarta-IMBCNews- Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyatakan pihaknya...

Program Kosabangsa Berikan Solusi Inovatif di Masyarakat

IMBCNews, Jakarta | Implementasi Program Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat...