Kebiasaan di Malam Hari yang Merusak Ginjal

Date:

IMBCEWS – JAKARTA – GINJAL berperan penting menyaring racun, menjaga keseimbangan cairan dan mengatur tekanan darah,  sayangnya, tanpa disadari, kebiasaan yang dilakukan di malam hari bisa menjadi  beban ekstra organ ini.

Jika terus dibiarkan, kebiasaan-kebiasaan tersebut berpotensi memicu penurunan fungsi ginjal dalam jangka panjang, sehingga menurunkan kualitas hidup seseorang.

Times of India dilansir Detikhealth (29/11) menyebutkan, empat kebiasaan di malam hari yang diam-diam dapat merusak ginjal.

1. Menahan Kencing

Banyak orang biasa terbangun di tengah malam karena dorongan untuk buang air kecil. Alih-alih berjalan ke kamar mandi, ada dari mereka yang justru memilih lanjut tidur dan menahan pipis.

Padahal, menahan urine yang dilakukan terus menerus dapat meningkatkan tekanan kandung kemih, hingga risiko infeksi saluran kemih. Seiring waktu berjalan, kondisi ini akan merusak ginjal.

Minum air di malam hari sendiri sebenarnya tidak berbahaya. Jadi, anggapan yang mengatakan bahwa minum air di malam hari tepat sebelum tidur akan merusak ginjal adalah sebuah mitos.

Rasa haus yang muncul sebelum tidur, kemungkinan adalah tanda dehidrasi yang jika terus berlangsung dapat menyebabkan azotemia pra-ginjal (cedera ginjal akut yang pada akhirnya bisa mmicu penyakit ginjal kronis (PGK).

3. Makan Tinggi Protein
Dikutip dari Midtown Nephrology, ahli nefrologi Frita McRae Fisher, MD menyebutkan, mengonsumsi makanan berprotein tinggi sebelum tidur dapat memberikan tekanan berlebih kepada ginjal.

Risiko ini akan bertambah parah pada mereka yang sudah mengidap PGK, atau rentan mengalami masalah ginjal seperti mereka yang memiliki diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit ginjal polikistik.

4. Makan Tinggi Natrium
Sama seperti makanan tinggi protein, makanan tinggi natrium atau garam yang dikonsumsi sebelum tidur dapat menyebabkan penyakit ginjal.

Menurut Frita, mengonsumsi natrium atau garam tinggi, tubuh akan menahan air di pembuluh darah yang menyebabkan tekanan darah tinggi. Tekanan darah tinggi merupakan faktor risiko kedua terbesar untuk penyakit ginjal kronis.

Sayangi ginjalmu yang a.l berfungsi menyaring limbah dan mengatur keseimbangan cairan dan elektrolit, mengatur tekanan darah  dengan menghindari empat kebiasaan itu. tersebut.  (imbcnews/nanangssumber diolah CNN/ns)

spot_imgspot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Film ‘Esok Tanpa Ibu’ Siap Tayang 22 Januari

Jakarta-IMBCNews - "Esok Tanpa Ibu” sebuah film produksi BASE Entertainment...

Refleksi Menyongsong 2026, PHI Group Fokus Menata dan Memulai Akselerasi Bisnis

Jakarta-IMBCNews - Memasuki awal tahun 2026, Pelangi Hotel Internasional...

Menbud: UNESCO Sahkan Peringatan 400 Tahun Syekh Yusuf Al-Makassari

Jakarta-IMBCNews - Indonesia telah berhasil mengusulkan peringatan 400 tahun...

Sastra dan Gastronomi Instrumen Diplomasi Budaya Indonesia

Jakarta-IMBCNews - Sastra dan gastronomi bisa menjadi instrumen diplomasi...