IMBCNEWS – JAKARTA – HUBUNGAN diplomatik Korea Selatan – Jepang kembali tegang setelah PM Jepang Sanae Takaichi mengulangi klaim terkait Kepulauan Dokdo yang disebut Takeshima oleh Jepang sebagai wilayah aslinya.
Mengutip laporan China Daily (10/12), Pemerintah Korsel merespons klaim Jepang itu sehari kemudian dengan menegaskan bahwa Dokdo adalah wilayah paling timur negaranya dan “secara jelas adalah wilayah Korea.”
Menurut laporan Yonhap, respons keras ini menjadi yang pertama sejak Presiden Lee Jae-myung mulai menjabat pada Juni lalu.
Seorang pejabat senior kepresidenan menyatakan bahwa komentar Takaichi yang disampaikan dalam sesi parlemen tidak memiliki dasar.
Ia menekankan, “Dokdo adalah bagian integral dari wilayah Korea secara historis, geografis, dan menurut hukum internasional.”
“Kami akan merespons secara tegas dan keras terhadap klaim-klaim sepihak Jepang atas Dokdo.”
Pernyataan Takaichi muncul dalam rapat Komite Anggaran DPR Jepang pada Selasa. Saat itu, ia menanggapi komentar anggota Partai Demokratik Liberal yang menyebut bahwa Takeshima berada dalam “pendudukan ilegal” oleh Korea Selatan.
Takaichi lalu menegaskan bahwa pulau tersebut merupakan “wilayah inheren Jepang” dan pemerintahnya akan memperkuat posisi itu baik di dalam maupun luar negeri.
Saling klaim miliknya
Dalam sesi berikutnya Takaichi kembali menegaskan posisinya, menyatakan, “Takeshima adalah wilayah Jepang secara historis dan menurut hukum internasional.” Ia menambahkan,
“Kami secara aktif menyampaikan pesan agar posisi kami dipahami dengan tepat baik di dalam maupun luar negeri, ” demikian respons cepat Kantor Kepresidenan Korsel.
Sebaliknya, eorang pejabat Korsel mengatakan, “Tidak ada sengketa wilayah atas Dokdo,” dan menegaskan kembali, “Dokdo jelas merupakan wilayah kami secara historis, geografis, dan menurut hukum internasional.”
Korsel telah lama memprotes klaim Jepang atas Dokdo/Takeshima, pulau kecil yang berada di antara kedua negara.
Setelah Korea terbebas dari penjajahan Jepang pada 1945, Seoul memulihkan kedaulatannya atas Dokdo dan sejak itu mengelola pulau tersebut secara efektif, termasuk menempatkan satuan kecil polisi.
Bagi masyarakat Korsel, klaim Jepang dipandang sebagai upaya mengaburkan sejarah kolonial Jepang, mengingat Dokdo adalah wilayah pertama yang direbut Jepang sebelum pendudukan 1910–1945, sebaliknya, Takaichi dikenal konsisten mengulang posisi pemerintah Jepang.
Sengketa wilayah antara dua negara raksasa ekonomi dan militer Asia itu diperkirakan tidak akan bereskalasi menjadi konflik terbuka mengingat keduanya adalah negara yang sama-sama didukung oleh Amerika Serikat menghadapi musu bersama mereka: China da Korea Utara. (imbcnews/nanangs/sumer diolah: China daily)





