Iran Diguncang Demo, AS dan Israel dituduh Menunggangi

Date:

IMBCNEWS – JAKARTA – PANGLIMA militer Iran Jenderal Amir Hatami menuduh Amerika Serikat dan Israel menunggangi demonstrasi berdarah yang pecah di sejumlah  di negaranya.

CNN mengutip Iran International melaporkan, demo yang pecah di 92 kota di Iran dalam 10 hari terakhir sampai  Rabu (7/1) menewaskan 36 orang termasuk dua personel polisi.

Empat dari mereka yang tewas berusia di bawah 18 tahun. Puluhan demonstran lainnya terluka, dan banyak di antara mereka yang terkena peluru karet dan peluru plastik.

Ia menegaskan, Iran tidak akan tinggal diam dan membiarkan diancam oleh kekuatan luar, setelah AS dan Israel mendukung aksi protes anti-pemerintah.

“Kami memandang peningkatan retorika permusuhan terhadap bangsa Iran sebagai sebuah ancaman dan tidak akan menoleransinya tanpa memberikan respons,” kata Amir Hatami, seperti dikutip kantor berita Fars.

Melansir situs AFP, Hatami memperingatkan bahwa “jika musuh melakukan kesalahan,” respons Iran akan lebih kuat dibandingkan perang selama 12 hari dengan Israel pada Juni lalu.

Sebaliknya, dalam beberapa hari terakhir, Presiden AS Donald Trump mengancam akan melakukan intervensi di Iran jika para demonstran terbunuh.

“Kami memantaunya dengan sangat dekat. Jika mereka mulai membunuh orang seperti yang pernah lakukan sebelumnya, saya rasa mereka akan mendapat serangan sangat keras dari Amerika Serikat,” ujar Trump kepada wartawan, Minggu.

Israel mendukung
Sementara itu, PM Israel Benjamin Netanyahu menyatakan dukungannya terhadap aksi protes tersebut.

“Kami berdiri bersama perjuangan rakyat Iran serta aspirasi mereka untuk kebebasan, kemerdekaan, dan keadilan,” ujar Netanyahu kepada kabinet Israel.

Pada 28 Desember, para pedagang di Teheran menggelar protes menentang lonjakan harga dan anjloknya nilai mata uang rial.

Hal ini memicu gelombang aksi serupa di sejumlah kota, sebagian diantaranya berujung mematikan.

Aksi demonstrasi ini masih lebih kecil dibandingkan gelombang protes pada periode 2022-2023, dan jauh di bawah aksi massa besar pada 2009 pasca pemilu yang

dipersoalkan.

Namun, unjuk rasa dipicu kesulitan ekonomi itu telah menarik perhatian internasional, termasuk dari para pemimpin musuh internasional Republik Islam Iran.

Sejak Desember

Sejak akhir Desember lalu, Iran dilanda demonstrasi besar-besaran. Warga kecewa karena inflasi yang begitu tinggi.

Dalam unjuk rasa ini, pihak berwenang dianggap menggunakan kekuatan berlebih dalam merespons massa.

Kemenlu Iran menuduh Trump dan Netanyahu menghasut kekerasan dan berupaya merusak persatuan nasional Iran.

Perang pada Juni lalu dimulai dengan serangan Israel yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap tiga fasilitas militer dan nuklir Iran yakni di Fordow, Isfahan dan Natanz.

Sejak akhir Desember lalu, Iran dilanda demonstrasi besar-besaran. Warga kecewa karena inflasi yang begitu tinggi di negara itu. Dalam unjuk rasa ini, pihak berwenang menggunakan kekuatan berlebihan.

Isu demo kemudian meluas hingga menuntut perubahan rezim Ali Khamenei. Kini protes berlangsung di 27 provinsi dan ribuan orang ditangkap.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian sudah berupaya meredam protes dengan mendorong dialog dan menggenjot pemulihan ekonomi.

Namun, Khamenei meminta pedemo “ditempatkan pada tempatnya” membuat warga kian murka dan justru mendesak pergantian pemerintahan.

Demo di Iran semakin tak terbendung setelah Amerika Serikat meluncurkan agresi ke Venezuela pada 3 Januari lalu. Pada Senin (5/1), Presiden AS Donald Trump mengindikasikan negara Timur Tengah ini akan menjadi target dia berikutnya.

Foto Trump memegang topi hitam bertuliskan “Make Iran Great Again” diunggah oleh Senator AS Lindsey Graham di X, yang menurut para pengamat menunjukkan bahwa Iran sudah berada dalam “radar” Trump (untuk diserang).                               (imbcnews/nanangs/sumber diolah: CNN/Iran International))

spot_imgspot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

AS dan Eropa Belum Satu Visi Soal Greenland

IMBCNEWS - JAKARTA - PM INGGRIS Keir Starmer berencana...

Eropa Perlu Bersatu Tolak Intervensi AS Ke Iran

IMBCNEWS Ankara | Menlu Spanyol Jose Manuel Albares menyerukan,...

Presiden Trump Sedang Pertimbangkah Opsi Terhadap Iran

IMBCNEWS - JAKARTA - PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald...

Korban Demo-demo Massa di Iran Tewaskan 5.000 Orang

IMBCNEWS - JAKARTA - TIDAK diketahui jumlah pasti korban...