IMBCNews, Karawang | Rumah warga di Dusun Rancajulang, Amin, nyaris teregrus alat berat backhoe loade atau beko. Pasalnya, pada pengerjaan proyek boronjong penguat tebing bantaran Sungai Cibeet, di wilayah Desa Mulyajaya-Kecamatan Telukjambe Barat-Karawang dikeruk pekerja memakai beko sampai tepian rumahnya.
“Saya sangat kuatir rumah ambruk. Masalahnya juga lahan sisa tapak rumah saya, sudah habis digerus juga. Padahal, lahan itu bagian penguat karena tebing Cibeet sangat curam,” kata Amin kepada IMBCNews, di lokasi proyek, pada Senin (29/12).
Ia mengemukakan, awalnya ia tidak mengerti kalau pengerukan sampai di tepian rumahnya. Saat kegiatan pengerukan, dirinya sedang beraktivitas dan tidak berada di rumah. “Tau saya sesudah pekerjakan pengerukan dengan beko,” kata Amin.
Ia menambahkan, pengerukan terkait proyek pembangunan baronjong ini juga seperti kurang perhatian terhadap fasilitas publik. Hal itu terlihat, pengerukan dengan alat berat membuat Jalan Poros Desa menghubungkan Desa Mulyajaya denga Desa Mekarmulya nyaris putus.
“Mana saat ini ‘kan lagi musim penghujan. Ada kekhawatiran, Sungai Cibeet meluap. Kalau pekerja proyek ‘kan taunya dibayar; Bukan orang dusun sini,” cetus dia.
Lebih lanjut ia mengatakan, kegiatan di proyek baronjong hari ini sepi kegiatan. “Sepertinya pada gak kerja atau bagaimana gak tau saya,” pungkas Amin.
Ada pun proyek Penurapan Boronjong dengan material batu belah penguat bantaran Sungai Cibeet di ruas Dusun Rancajulang Mulyajaya, merupakan proyek dari Balai Besar Waduk dan Sungai (BBWS).
Amin dan beberapa warga setempat kemudia berharap, agar pihak pimpinan BBWS turun langsung ke lapangan melihat sendiri: tentang adanya fasilitas pribadi mau pun fasilitas publik yang terdampak negatif dari pengerjaan proyek tersebut. (HMD/asy30/12: lpt/lpg)





