IMBCNews – Banjir bandang atau galodo kembali melanda wilayah Pasa Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pada Kamis (1/1/2026).
Bencana tersebut terjadi berulang kali sejak dini hari hingga sore, dengan lokasi terdampak utama di sepanjang Batang Aia Muaro Pisang.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Abdul Ghafur, membenarkan terjadinya galodo susulan di wilayah tersebut.
“Galodo kembali terjadi di Pasa Maninjau. Ini sudah 4–5 kali terjadi dari pagi tadi. Galodo susulan terjadi di lokasi Batang Aia Muaro Pisang, Pasa Maninjau, Kamis (1/1) sekitar pukul 16.20 WIB,” ujarnya usai dikonfirmasi.
Ia menjelaskan, galodo tidak hanya terjadi pada sore hari, melainkan telah berlangsung sejak dini hari hingga siang.
“Selain dini hari tadi pagi, dari siang sekitar jam 11 saat kami masih di lokasi,” sebutnya.
Banjir bandang tersebut dipicu oleh meluapnya Sungai Muaro Pisang yang berada di Jorong Pasar Maninjau, Nagari Maninjau.
Abdul mengungkapkan, sebelum galodo terjadi, warga sempat mendengar suara gemuruh dari arah hulu sungai.
“Kita sampai jam 3 tadi pagi di lokasi. Jam 1.50 terdengar gemuruh, namun belum turun sampai bawah. Jam 4 dapat kabar sudah turun galodo,” ungkapnya.
Akibat terjangan galodo, sejumlah bangunan warga mengalami kerusakan berat. Berdasarkan data sementara BPBD Kabupaten Agam, empat unit rumah warga dilaporkan rusak berat.
Selain rumah warga, tiga unit kedai atau warung juga mengalami kerusakan berat akibat diterjang material banjir bandang.
Tidak hanya itu, dua unit villa yang berada di sekitar lokasi kejadian turut terdampak dan dilaporkan mengalami rusak berat.
Kerusakan disebabkan oleh material batu, kayu, dan lumpur yang terbawa arus dari hulu Sungai Muaro Pisang.
Dampak lanjutan dari peristiwa tersebut juga menyebabkan akses jalan utama Bukittinggi–Lubuk Basung putus total.
Jalan tertutup timbunan lumpur dan material banjir sehingga tidak dapat dilalui kendaraan.
Selain itu, satu unit alat berat berupa mesin pengeruk yang berada di sekitar lokasi kejadian dilaporkan terkena hantaman bebatuan dan lumpur yang terbawa arus galodo.
Abdul Ghafur menambahkan, setelah suara gemuruh terdengar dari arah hulu sungai, warga sekitar langsung berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
“Pasca terjadinya gemuruh pukul 01.45 dan disusul beberapa kali gemuruh dari hulu Muaro Pisang, warga Nagari Maninjau berhamburan keluar,” katanya.
Ia menegaskan, hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa akibat rangkaian peristiwa galodo tersebut.
BPBD Kabupaten Agam masih melakukan pendataan dampak kerusakan serta pemantauan intensif di lokasi kejadian, mengingat potensi galodo susulan masih terjadi.
Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Agam, Basarnas, serta unsur TNI dan Polri telah berada di lapangan untuk melakukan penanganan darurat, evakuasi warga, serta memastikan kondisi wilayah terdampak tetap terkendali.
Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan masih berada di lokasi untuk menangani dampak banjir bandang dan galodo susulan di kawasan Pasa Maninjau.





