Catatan Panas Bukittinggi Sepanjang 2025

Date:

BUKITTINGGI – Kota sejuk yang terkenal dengan panorama Jam Gadang dan hamparan perbukitan ini ternyata juga menyimpan “catatan panas” sepanjang 2025.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Bukittinggi merilis data kejadian kebakaran selama setahun terakhir, dan hasilnya menjadi pengingat serius bagi semua pihak, api bisa datang kapan saja, bahkan di kota berhawa dingin sekalipun.

Dari laporan resmi DPKP, Kelurahan Tarok Dipo, Kecamatan Guguk Panjang, tercatat sebagai wilayah dengan jumlah kejadian kebakaran terbanyak, yakni 11 kasus dalam satu tahun.

Angka itu menjadi sorotan, mengingat Tarok Dipo merupakan kawasan padat penduduk dengan aktivitas rumah tangga dan usaha yang tinggi.

Kepala DPKP Kota Bukittinggi, Joni Feri, menegaskan bahwa data ini bukan sekadar angka statistik, tetapi alarm kewaspadaan bagi seluruh masyarakat.

“Mari kita tingkatkan kewaspadaan. Pencegahan jauh lebih baik daripada pemadaman,” kata Joni Feri, Sabtu (10/1).

Ia menekankan pentingnya pengecekan instalasi listrik, penggunaan kompor yang aman, serta kesiapsiagaan warga dalam menghadapi potensi kebakaran, terutama di kawasan permukiman rapat.

Berikut Rincian Kejadian Kebakaran Tahun 2025 di Kota Bukittinggi:

– Kelurahan Tarok Dipo, Kecamatan MKS – 11 kejadian

– Kelurahan Puhun Tembok, Kecamatan MKS – 7 kejadian

– Kelurahan Puhun Pintu Kabun, Kecamatan MKS – 6 kejadian

– Kelurahan Campago Ipuh, Kecamatan MKS – 6 kejadian

– Kelurahan Campago Guguk Bulek, Kecamatan MKS – 6 kejadian

– Kelurahan Pulai Anak Aia, Kecamatan MKS – 5 kejadian

– Kelurahan Kubu Gulai Bancah, Kecamatan MKS – 5 kejadian

– Kelurahan Garegeh, Kecamatan MKS – 5 kejadian

– Kelurahan Bukit Apit Puhun, Kecamatan Guguk Panjang – 5 kejadian

– Kelurahan Bukik Cangang Kayu Ramang, Kecamatan Guguk Panjang – 4 kejadian

Kota Sejuk, Waspada Tetap Panas
Meski Bukittinggi dikenal dengan udara dinginnya yang menenangkan, fakta di lapangan menunjukkan bahwa risiko kebakaran tetap menjadi ancaman nyata.

Permukiman padat, instalasi listrik lama, serta aktivitas dapur rumah tangga menjadi faktor dominan penyebab kejadian.

DPKP berharap, ke depan masyarakat tidak hanya mengandalkan petugas pemadam saat musibah datang, tetapi juga aktif dalam langkah pencegahan sejak dini.

Mulai dari tidak meninggalkan kompor menyala, memeriksa kabel listrik, hingga menyediakan alat pemadam api ringan (APAR) di rumah atau tempat usaha.

Karena pada akhirnya, menjaga kota tetap aman bukan hanya tugas pemadam kebakaran, tetapi tanggung jawab kita bersama.

Bukittinggi boleh dingin udaranya, tapi semangat kewaspadaannya harus selalu panas.

spot_imgspot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Bekasi Keren Untuk Perubahan, RW 09 Sepanjang Jaya Tingkatkan Kualitas Lingkungan

IMBCNEWS - KOTA BEKASI – Kelurahan Sepanjang Jaya, Kecamatan...

Dapatkan SIM Tanpa Ribet: Layanan SIM Keliling Kota Bekasi Hadir 20 Januari

IMBCNEWS - KOTA BEKASI - Kepolisian kembali menyediakan layanan...

Pasca Banjir Pengasinan, Camat Rawalumbu Pantau Proses Pengangkutan Sampah

IMBCNEWS - KOTA BEKASI – Camat Rawalumbu, Sri Susilawati,...

Konferensi Internasional di Mesir, Menag Bicara Ekoteologi, Peran Agama dan Kemanusiaan di Era AI

Jakarta-IMBCNews - Menteri Agama Nasaruddin Umar berbicara tentang ekotelogi...