Depok Waspada Super Flu H3N2, Dinkes: Situasi Terkendali, Warga Jangan Panik

Date:

IMBCNEWS|DEPOK – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada terkait temuan varian baru influenza A (H3N2) subclade K, atau yang populer dijuluki sebagai “super flu”.

Meski varian ini dikenal memiliki kecepatan penularan yang tinggi, pemerintah memastikan kondisi di lapangan masih berada dalam kendali.

Kepala Dinkes Kota Depok, Mary Liziawati, menekankan bahwa langkah pencegahan yang paling efektif justru berawal dari kedisiplinan individu dalam menjaga kesehatan.

“Masyarakat tidak perlu panik secara berlebihan. Kuncinya adalah menjaga daya tahan tubuh melalui pola makan bergizi, istirahat memadai, dan rutin berolahraga,” ujar Mary dalam keterangannya di Depok, Jum’at (2/1/2026).

Selain imunitas tubuh, Mary juga mengingatkan pentingnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Mencuci tangan dengan sabun secara rutin serta penggunaan masker saat merasa kurang sehat menjadi prosedur standar yang sangat dianjurkan untuk memutus rantai penularan.

Dinkes Depok menyarankan warga yang mengalami gejala flu untuk beristirahat di rumah dan segera mencari bantuan medis jika kondisi tidak kunjung membaik dalam tiga hari atau menunjukkan gejala berat.

Sejalan dengan upaya daerah, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI melaporkan bahwa hingga penghujung Desember 2025, status influenza A (H3N2) di Indonesia masih dalam kategori aman.

Direktur Penyakit Menular Kemenkes RI, dr. Prima Yosephine, menyatakan bahwa varian ini tidak memicu tingkat keparahan yang lebih tinggi dibandingkan flu musiman pada umumnya.

Berdasarkan penilaian WHO, subclade K menunjukkan gejala yang serupa dengan flu biasa, seperti demam, batuk, pilek, hingga nyeri tenggorokan,” jelas dr. Prima.

Sejak pertama kali diidentifikasi oleh CDC Amerika Serikat pada Agustus 2025, varian ini telah menyebar ke lebih dari 80 negara.

Di kawasan Asia—seperti Singapura, Jepang, dan Thailand H3N2 memang sempat mendominasi, namun tren kasusnya justru terpantau menurun dalam dua bulan terakhir.

Di level nasional, sistem surveilans whole genome sequencing (WGS) telah mendeteksi keberadaan subclade K sejak Agustus 2025.

Hingga akhir tahun lalu, tercatat 62 kasus yang tersebar di delapan provinsi, dengan konsentrasi tertinggi di Jawa Timur, Kalimantan Selatan dan Jawa Barat.

Data menunjukkan bahwa kelompok anak-anak dan perempuan menjadi yang paling banyak terpapar.

Sebagai langkah preventif jangka panjang, Kemenkes mendorong masyarakat khususnya kelompok rentan seperti lansia dan ibu hamil untuk melakukan vaksinasi influenza tahunan guna meminimalisir risiko komplikasi.(*)(imbcnews/taufik)

taufik
taufik
Menulis Data Menyampaikan Fakta.
spot_imgspot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Ilmuwan: Benua Afrika Akan Dipisahkan oleh Samudera Baru

IMBCNEWS - JAKARTA - BENUA Afrika, menurut para ilmuwan,...

BPJSK Anggarkan Rp527M untuk Penyakit Jantung

IMBCNEWS - JAKARTA - PENYAKIT jantung menjadi beban pembiayaan...

Disdukcapil Depok Tegaskan Aktivasi IKD Hanya di Kantor, Waspada Modus Penipuan Link WA

IMBCNEWS|DEPOK – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota...

Cuaca Ekstrem Mengintai, PMI Kota Depok Siagakan Relawan dan Armada 24 Jam

IMBCNEWS|DEPOK – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Depok meningkatkan...