Hitler Ternyata Cuma Punya Satu Testis

Date:

IMBCNEWS – JAKARTA – SIAPA tak kenal dengan Adolf Hitler, pemimpin Partai Nazi dan diktator Jerman 1933 – 1934 yang dikenal garang dan di bawah kepemimpinanya membantai jutaan bangsa Yahudi.

Hasil analisis DNA terbaru yang diberitakan CNN Indonesia (15/11) mengungkap temuan mengejutkan mengenai kondisi biologisnya. Pemimpin Nazi itu diduga tidak hanya memiliki satu testis, seperti lama dirumorkan, tetapi juga kemungkinan mengidap mikropenis akibat kelainan genetik tertentu.

Mikropenis adalah kondisi penis lebih kecil dari ukuran normal yang terjadi sejak bayi atau anak-anak a.l disebabkan kelainan hormonal atau genetik.

Temuan ini diungkap dalam sebuah dokumenter baru berjudul ‘Hitler’s DNA: Blueprint of a Dictator’. Hasil penelitiannya juga akan dipublikasikan dalam jurnal ilmiah.

Kallmann Syndrome

Analisis tersebut menunjukkan Hitler kemungkinan mengidap Kallmann syndrome, kelainan genetik yang dapat menghambat perkembangan organ seksual dan mengganggu proses pubertas.
Menurut laporan The Times, kondisi ini membuat Hitler memiliki kemungkinan satu banding 10 untuk mengalami mikropenis, yakni ukuran penis kurang dari 2 inci.

“Kalau Hitler melihat hasil genetiknya sendiri, besar kemungkinan dia akan menjatuhkan hukuman yang sama kerasnya kepada dirinya sendiri,” ujar Profesor Turi King, ahli genetika yang memimpin penelitian tersebut.

Penelitian ini dilakukan menggunakan profil DNA yang diambil dari potongan kain berlumur darah. Kain itu berasal dari sofa tempat Hitler bunuh diri di bunker Berlin pada 1945, yang kemudian disimpan oleh seorang kolonel AD Amerika Serikat.

“Secara teori, hasil genetik Hitler bisa saja sama sekali tidak menunjukkan hal yang menarik,” kata King.”Tapi ternyata bukan begitu kenyataannya,” tambahnya.

Sementara itu, sebuah laporan medis pada 1923 yang baru ditemukan pada 2015 mengungkap, Hitler hanya memiliki satu testis.

Laporan itu sempat menguatkan lagu populer era Perang Dunia II berjudul ‘Hitler Has Only Got One Ball’, yang mengejek kondisi sang diktator.

Sempat ragu

Profesor Turi King, yang dikenal berkat keberhasilannya mengidentifikasi sisa-sisa jasad Raja Richard III, mengaku sempat ragu ketika pertama kali diminta terlibat dalam penelitian ini.

Ia memahami temuan semacam ini dapat menimbulkan reaksi keras atau penolakan dari sebagian pihak.

“Tetapi cepat atau lambat, penelitian seperti ini pasti akan dilakukan. Karena itu, kami ingin memastikan prosesnya berlangsung dengan sangat hati-hati dan benar. Kalau kami menolak, justru seolah-olah membuat dia berada di posisi yang istimewa,” ujarnya.

King menekankan, apa pun hasil analisis genetik tersebut, genetika sama sekali tidak bisa dijadikan alasan atas perbuatan yang Hitler telah lakukan.

Hitler yang menganggap bangsa Jerman melebih dari ras lain, dengan semboyan “Deutche uber alles”, selain bertanggungjawab membantai jutaan warga Jahudi, juga mengobarkan Perang Dunia II.

Invasi yang dilancarkan pasukan Jerman ke Eropa Barat a.l. Perancis, Itali dan Belanda, ke Eropa Timur (Rusia, Polandia, Cekoslowakia dan lainnya serta sampai ke Afrika selama PD II, menewaskan puluhan jutaan orang.

Kontroversi atau misteri terkait tokoh-tokoh yang telah mengukir sejarah selalu menarik untuk diulas dan dikupas. (imbcnews/nanangs/sumber diolah: CNN Indonesia)

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

WAG 47 Prefektur Jepang Buka Peluang Sukses WNI di Negeri Sakura

IMBCNews, Tokyo - Pembentukan WhatsApp Group (WAG) 47 yang...

Thailand dan Kamboja Saling Serang Lagi

IMBCNEWS - JAKARTA - SETELAH berdamai sekitar dua bulan,...

IMBCNEWS - JAKARTA - GENERASI muda atau Gen Z...

Turkeye Melebihi Jangkaun Negara Tetatanga Kızılelma Berhasil Tembak Rudal Udara

IMBCNEWS Istambul | Uji coba persenjataan milik Turkiye terbaru...