IMBCNews, Padang – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat hingga kini masih memberlakukan penutupan total, terhadap seluruh jalur pendakian Gunung Marapi.
Kebijakan tersebut telah berlangsung sejak akhir 2024, dan belum menunjukkan tanda-tanda akan dibuka dalam waktu dekat.
Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Tanah Datar, Isroi menjelaskan, kebijakan penutupan telah berlaku cukup lama dan masih mengacu pada surat edaran yang dikeluarkan pada 3 Desember 2024.
“Sudah cukup lama. Berdasarkan surat edaran, penutupan dimulai sejak 3 Desember 2024 dan sampai sekarang belum dicabut,” kata Isroi usai dihubungi pada Jumat (26/12/2025).
Meski jalur pendakian resmi ditutup, pihaknya masih menghadapi persoalan pendaki yang mencoba masuk secara ilegal.
Menurut Isroi, sebagian besar pelanggaran dilakukan oleh pendaki dari luar Sumatera Barat.
Ia menyebutkan, pengawasan telah dilakukan secara berkala. Pada patroli terakhir yang digelar Oktober lalu, petugas menemukan aktivitas pendakian ilegal dan langsung menurunkan para pendaki dari kawasan gunung.
Untuk memastikan tidak ada aktivitas ilegal, BKSDA bersama unsur terkait akan meningkatkan intensitas patroli lapangan.
“Karena itu, kami putuskan mulai besok melakukan patroli intensif sampai Rabu malam bersama unsur nagari, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan BKSDA,” ujar Isroi.
Ia menegaskan bahwa seluruh jalur pendakian Gunung Marapi saat ini tidak dapat dilalui sama sekali. Tiga jalur utama yang biasa digunakan pendaki telah ditutup penuh.
Diantaranya Batu Palano, Air Angek, dan Tabek Patah yang mengarah ke Batusangkar.
Menurut Isroi, keputusan penutupan tersebut merupakan arahan pimpinan dan hanya dapat diubah melalui kebijakan resmi, dari pemerintah pusat.
“Keputusan pimpinan menyatakan seluruh jalur Marapi ditutup sampai ada pencabutan resmi dari Jakarta,” katanya.
Sementara itu, kebijakan serupa juga masih berlaku di Gunung Talang dan Gunung Tandikat.
Kedua gunung tersebut tetap ditutup untuk aktivitas wisata, hingga waktu yang belum ditentukan.
“Gunung Talang dan Gunung Tandikat juga ditutup. Gunung ditutup untuk wisata,” pungkas Isroi.





