IMBCNews, Jakarta | Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Sjafrie Sjamsoeddin inisiasi program pengobatan gratis bagi insan pers di Rumah Sakit Pusat Pertahanan Negara (RSPPN) Jakarta Selatan. Program ini secara khusus disambut rasa syukur, khususnya kalangan jurnalis atas terbukanya akses layanan kesehatan, tanpa mewajibkan kepemilikan BPJS Kesehatan.
Ketua Umum Jajaran Wartawan Indonesia (JWI), Ramadhan Djamil, tak menunggu lama menyampaikan apresiasi setinggi tingginya kepada Menhan Sjafrie. Ia, pada Senin (24/11) pagi menegaskan bahwa langkah kepedulian Menhan merupakan jawaban atas harapan komunitas jurnalis.
“Perhatian dari pejabat negara yang satu ini, mempunyai makna mulia jika dikaitkan dengan tugas insan pers; Terutama, terkait kondisi ekonomi rata rata sebagai pewarta. Dalam hal ini, Pak Sjafri Sjamsoeddin selaku Menhan mengedepankan kepeduliannya,” ungkap tertulis Ramadhan Djamil yang diterima IMBCNews di Jakarta, Senin pagi.
Jajaran Wartawan Indonesia, tambah Ramadhan Djamil merasa bersyukur atas kepedulian Menhan tersebut. “Ini adalah wujud nyata perhatian seorang pejabat negara yang masih memikirkan keadaan ekonomi dari kehidupan wartawan; Bahkan, tanpa harus terikat dengan kepemilikan BPJS Kesehatan,” papar dia.
“Inisiatif mulia Pak Sjafri Sjamsoeddin menjadi angin segar bagi para jurnalis yang kerap dihadapkan pada tantangan ekonomi dan keterbatasan akses layanan kesehatan; Terutama, bagi mereka yang belum terdaftar atau memiliki kendala dengan BPJS Kesehatan,” jelas Ramadhan Djamil.
Menurutnya, Rumah Sakit Pusat Pertahanan Negara berlokasi strategis, di Jakarta Selatan. Kini rumah sakit yang dikelola Kementerian Pertahanan RI itu membuka pintu untuk melayani kebutuhan medis para pegiat media.
“Ini salah satu bagian penting yang kita inginkan; Yaitu, rasa peduli seorang pejabat negara yang masih memikirkan keadaan ekonomi kalangan wartawan. Selaku Ketua Umum Jajaran Wartawan Indonesia, saya mengucapkan terima kasih atas program dari Menhan, Bapak Sjafrie Sjamoeddin. Tentunya, gagasan dan kebijaksanaan beliau sangat membantu dan sangat bermanfaat bagi jurnalis,” tambah Ramadhan Djamil.
Ia juga menyuarakan harapan, agar program serupa atau program lain yang bermanfaat, dapat terus digulirkan untuk mendukung kesejahteraan jurnalis. “Kita mau, adanya program program lain yang bisa bermanfaat buat jurnalis,” sebut dia seraya berharapan adanya keberlanjutan dukungan bagi profesi jurnalis di masa masa mendatang.
Program pengobatan gratis, ungkap Ramadhan Djamil lagi, tidak hanya sekadar bantuan medis. Akan tetapi juga, merupakan representasi dari perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan insan pers sebagai bagian penting dari pilar demokrasi.
Langkah progresif Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi kementerian dan lembaga lain, untuk terus berinovasi dalam memberikan dukungan nyata bagi komunitas jurnalis di seluruh Indonesia. (HMD/Asy2411: prl/ttl-srdj)





