BUKITTINGGI – Saat lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema dari berbagai sudut Kota Bukittinggi dalam gelaran Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-41 tingkat Sumatera Barat, aparat kepolisian memastikan satu hal, kota harus tetap hening, aman, dan tertib.
Bukan hanya panggung tilawah yang dijaga, jalanan pun ikut “disucikan” dari kebisingan knalpot dan aksi ugal-ugalan.
Komitmen itu diwujudkan Polresta Bukittinggi melalui Satuan Lalu Lintas (Satlantas) dengan menggelar kegiatan Cipta Kondisi (Cipkon) pada Sabtu malam, 13 Desember 2025 hingga Minggu dini hari.
Hasilnya cukup mencolok, 16 unit sepeda motor berhasil diamankan karena diduga terlibat pelanggaran lalu lintas dan berpotensi mengganggu ketertiban umum, terutama aksi balap liar.
Kapolresta Bukittinggi Kombes Pol Ruly Indra Wijayanto melalui Kasat Lantas AKP M. Irsyad Fathur Rachman, S.Tr.K., S.I.K., menegaskan bahwa kegiatan Cipkon ini merupakan langkah preventif sekaligus penegakan hukum demi menjaga marwah kota yang tengah menjadi tuan rumah hajatan islami berskala provinsi.
“Tim Cipkon Polresta Bukittinggi menyasar sejumlah titik rawan balap liar dan pelanggaran lalu lintas, khususnya pada malam hingga dini hari. Kami lakukan patroli dialogis, pemeriksaan kendaraan, hingga penindakan bagi pengendara yang tidak patuh aturan,” ujar AKP Irsyad.
Operasi yang dimulai sejak pukul 00.00 WIB itu dilakukan dengan metode hunting system. Sejumlah lokasi yang kerap dijadikan arena trek-trekan tak luput dari pantauan, mulai dari Simpang Kangkung, kawasan Bypass, Jam Gadang, hingga titik-titik lain yang dianggap rawan.
Di lapangan, petugas mendapati sekelompok anak-anak dan remaja yang tengah asyik memacu kendaraan dengan knalpot bising yang tak sesuai spesifikasi. Suara “raungan” mesin pun harus rela berhenti, digantikan ketertiban.
“Dalam kegiatan Cipkon tersebut, Tim berhasil mengamankan 16 unit sepeda motor. Sebagian besar menggunakan knalpot racing, dan mayoritas kendaraan merupakan milik anak-anak remaja,” jelas AKP Irsyad.
Seluruh kendaraan yang terjaring operasi langsung dibawa ke Mako Polresta Bukittinggi untuk didata dan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Tak ada kompromi, karena keamanan dan kenyamanan masyarakat menjadi prioritas utama.
Di tengah semarak MTQ Nasional ke-41, langkah tegas ini menjadi pesan kuat bahwa Bukittinggi bukan hanya siap menjadi tuan rumah yang religius dan ramah, tetapi juga tertib dan aman.
Saat ayat-ayat suci dilantunkan, jalanan pun harus ikut tenang tanpa balap liar, tanpa knalpot meraung, demi khusyuknya MTQ dan nyamannya warga kota. (Alex. Jr)





