Menit ke-105: Gemuruh Galodo Pecahkan Sunyi Nagari Maninjau

Date:

IMBCNews, Jakarta | Sekira detik waktu tahun 2026 memasuki menit ke-105; Tiba-tiba suara gemuruh mengejutkan penduduk Jorong Pasar Maninjau. Bukan sebab dentuman mercon atau percik percik kembang api; Melainkan gemuruh pemecah sunyi dinihari yang diikuti rasa panik mendengar teriakan-teriakan: “banguuuun…, ado galodoooo. Galodo turun…Cepat selamatkan diriiiii… Galodo…, galodo….”

Teriakan warga, sambung menyambung. Dari satu rumah ke rumah lain. Lokasi warga itu, dekat bantaran Batang Muaro Pisang yang masuk wilayah Nagari Maninjau. Mereka sadar. Lokasi rumah terancam banjir bandang. Mereka pun segera berhamburan keluar rumah untuk mengungsi ke lokasi yang daratannya lebih tinggi.

Peristiwa banjir bandang di wilayah Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam-Sumatera Barat, telah terjadi beberapa kali. Sehingga, warga Jorong Pasar Maninjau, terutama yang tinggalnya tak jauh dari bantaran Batang (Sungai) Muaro Pisang tergesah-gesah begitu mendengar teriakan ‘galodo turun’. Dalam waktu relatif singkat, diiring detak jantung dag dig dug tak beraturan, mereka segera pergi mengungsi.

Warga Nagari (Desa) Maninjau tersebut, ada yang mengungsi di gedung sekolah, rumah warga lain, mau pun lokasi di daratan yang lebih tinggi dan dipandang aman dari jangkauan air bah yang telah dibayangkan laksana ‘mengamuk’. Ada pun teriakan teriakan ‘galodo turun’, dalam bahasa sehari-hari warga setempat, adalah banjir bandang atau banjir lahar dingin yang didengar dari arah hulu.

Saat jarum jam berdetak ke lingkupan angka 4 jelang tiba fajar, permukaan air Batang Muaro Pisang benar-benar meluap. Bebatuan pengunungan, kayu kayu serta tanah berlumpur hanyut mengikuti air bah yang debitnya bergolak tak terbendung.

Peristiwa dinihari tahun baru 2026 itu, dikabarkan tidak menelan korban jiwa, memang. Namun rumah warga dapat disebut ada yang rusak berat, sedang dan rusak ringan. Sebuah alat berat mesin pengeruk yang sebelumnya disiagakan pemerintah daerah, diterjang material banjir yang terseret dari hulu. Dua bangunan villa, juga terdampak.

Fasilitas publik, banyak pula yang rusak. Terberat, akses Jalan Provinsi penghubung Kota Bukittinggi-Kabupaten Lubuk Basung; Terputus, akibat ada yang tergerus air dan ada yang tertimbun material yang diseret banjir bandang dari hulu.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Abdul Ghafur, yang dikonfirmasi wartawan, Kamis, menjelaskan kalau peristiwa ini diawali suara gemuruh dari arah hulu sungai, dini hari.

“Terdengar gemuruh itu sekira pukul 1:45 WIB. Namun, banjir bandang sampai Nagari Maninjau sekira jam 04. Sejauh ini, belum ada laporan kami terima ada-tidaknya korban jiwa. Mudah-mudahan tidak ada, karena dikabarkan warga telah mengungsi sebelum banjir bandang sampai,” ungkapnya.

Ia menambahkan, material banjir bandang juga menutupi badan jalan provinsi yang menghubungkan Kota Bukit Tinggi-Lubuk Basung. Dengan kondisi itu, jalan sementara ini tidak dapat dilalui kendaraan roda dua mau pun roda empat.

“Kami telah mengerahkan alat berat untuk membersihkan material akibat banjir berupa lumpur dan bebatuan, agar akses jalan segera bisa dilalui,” kata dan harapnya.

Penyebab meluapnya air Batang Muaro Pisang, sebut Ghafur, lebih dipicu hujan yang intensitasnya cukup tinggi di bagian hulu. Hingga Rabu malam menjelang waktu pergeseran 2025 ke 2026 keadaan hujan masih terjadi.

Sebelumnya, banjir bandang sudah beberapa kali terjadi di wilayah Kecamatan Tanjung Raya. Untuk itu, pesan dia, agar warga yang tinggal berdekatan dengan sungai tetap waspada. Demikian juga bagi pengendara roda dua mau pun empat serta pengguna jalan lainnya agar selalu hati hati.

BPBD Kabupaten Agam masih melakukan pendataan dampak kerusakan serta pemantauan intensif di lokasi kejadian, mengingat potensi galodo susulan dipandang masih mengancam. Galodo susulan ungkap Ghofur, dalam sehari 4 sampai 5 kali.

Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Agam, Basarnas, serta unsur TNI dan Polri berada di lapangan untuk melakukan penanganan darurat, evakuasi warga, serta memastikan kondisi wilayah terdampak tetap terkendali. (asyaro g kahean: imbcnews/redaksi)

spot_imgspot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Transparansi di Kampung Iplik: Merawat Harapan Lewat Jalan yang Layak

Karawang, IMBCNews | Di hamparan sawah Kampung Iplik, Kelurahan...

Pena Bukan Kriminal

*Catatan 'Cak AT'Jakarta-IMBCNews - Di negeri yang warganya hobi...

KRL Nuju Sukabumi

Catatan 'Cak AT'IMBCNews - Kadang keadilan terasa seperti tiket...

Hasil Cor Beton JUT, Lurah Mekarjati Kecewa PPTK Langsung Tinjau Lokasi

IMBCNews, Karawang | Lurah Yono merasa kecewa. Di Kelurahan...