BUKITTINGGI — Angin sejuk Campago Ipuh siang itu seolah ikut melakukan split sempurna. Dunia persenaman Indonesia resmi melakukan salto identitas, Persatuan Senam Indonesia (Persani) yang berdiri sejak 14 Juli 1963, kini bertransformasi menjadi Federasi Gimnastik Indonesia (FGI) sejak Maret 2025.
Kabar perubahan nama itu disampaikan Neni Anita, anggota DPRD Kota Bukittinggi yang kini menakhodai salah satu cabang olahraga kelenturan di kota kelahiran Proklamator RI, Bung Hatta.
Dalam bincang santai bersama media di kawasan Campago Ipuh (MKS), Jumat (26/12/2025), Neni menyebut perubahan ini bukan sekadar ganti papan nama, melainkan lompatan visi menuju panggung dunia.
“FGI menaungi delapan disiplin gimnastik, mulai dari artistik, ritmik, hingga trampolin. Tujuannya jelas, memperkuat prestasi dan membawa atlet Indonesia tampil percaya diri di level internasional. FGI berafiliasi dengan FIG dan AGU,” ujar Neni, lugas namun bersemangat.
Transformasi ini diputuskan melalui Musyawarah Nasional Luar Biasa 2025, sebagai upaya mempertegas identitas olahraga prestasi sekaligus memperluas jangkauan pembinaan.
Di bawah payung FGI, delapan disiplin kini dirangkul sekaligus, Gimnastik Artistik Putra, Artistik Putri, Aerobik, Ritmik, Trampolin, Akrobatik, Gymnastics for All, hingga Parkour, disiplin urban yang tengah naik daun.
Tak berhenti pada nomenklatur, FGI juga menajamkan fokus, pembinaan atlet muda, popularisasi senam, serta target ambisius menembus dan bersinar di arena internasional.
Bahkan, FGI menatap peluang besar menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia Gimnastik 2025, sebuah target yang menuntut kesiapan organisasi, atlet, dan infrastruktur.
Untuk menjaring bibit unggul, FGI aktif menggelar kejuaraan, salah satunya Indonesia Open, sebagai radar bakat dari berbagai daerah.
“Standar pembinaan dan seleksi harus tinggi. Kita ingin atlet berangkat ke kompetisi internasional bukan hanya untuk hadir, tapi untuk bersaing,” tegas Neni.
Di Bukittinggi, kota dengan sejarah besar dan udara yang menantang paru-paru, FGI kini mulai merajut masa depan, melenturkan tubuh, menegakkan disiplin, dan menyiapkan generasi atlet yang siap mendarat mulus di panggung dunia. Sebuah salto perubahan yang diharapkan tepat sasaran.
(Alex. Jr)





