Order Pizza Melonjak Pertanda Israel Serang Iran?

Date:

IMBCNEWS – JAKARTA – SERANGAN udara masif Israel ke Iran, Jumat lalu (13/6) ada yang mengait-ngaitkannya  dengan lonjakan pemesanan pizza di sekitar markas besar militer Amerika Serikat, Pentagon yang viral di medsos X menjelang peristiwa itu,

Pertanda bakal terjadi krisis geopolitik, dalam hal ini serangan Israel ke Iran, mencuat setelah akun X “Pentagon Pizza Report” seperti dikutip kompas.com (19/6) memosting aktivitas mencurigakan di sejumlah restoran pizza, tak lama sebelum Israel meluncurkan serangan udara ke Iran, Jumat dini hari.

Dalam unggahannya, Kamis (12/6) akun tersebut menulis bahwa hampir seluruh tempat makan pizza di sekitar kawasan Pentagon menerima lonjakan pesanan mendadak sejak sekitar pukul 18.59 waktu setempat.

Aktivitas tidak biasa itu disebut-sebut sebagai indikasi adanya persiapan atau aktivitas mendadak di markas besar kementerian pertahanan AS.

“Dengan waktu operasional tersisa sekitar satu jam, restoran Domino’s yang lokasinya terdekat dari Pentagon (sekitar 8 menit berkendara) mengalami lonjakan aktivitas sangat tinggi dibandingkan Kamis malam biasa pada pukul 23.00,” tulis akun tersebut.

Teori yang dijuluki “Pentagon Pizza Index”, menyebut bahwa lonjakan pesanan makanan cepat saji seperti pizza di area institusi penting seperti Pentagon, Gedung Putih, atau CIA, bisa menandakan adanya aktivitas luar biasa, seperti adanya rapat terkait keputusan militer besar, operasi intelijen, atau krisis politik global.

Menurut The Guardian, dikutip KompasTekno Kamis (19/6), hampir satu jam sebelum laporan pertama ledakan di Teheran muncul di televisi Iran, aktivitas pesanan pizza di sekitar Pentagon melonjak drastis.

Akun Pentagon Pizza Report bahkan melampirkan tangkapan Google Maps dari empat restoran pizza yang belokasi di sekitar Pentagon yakni: We, The Pizza, District Pizza Palace, Domino’s, dan Extreme Pizza.

Teori tersebut sebenarnya bukan hal baru. Di era Perang Dingin, laporan menyebut agen Soviet pernah mencurigai aktivitas pesanan pizza malam hari di Washington sebagai sinyal AS akan menggerakkan militernya.

Dalam laporan lainnya, disebutkan bahwa pada 1 Agustus 1990, Domino’s menerima lonjakan pesanan pizza dari gedung CIA, sehari sebelum Irak di bawah Saddam Hussein menginvasi Kuwait.

Pentagon membantah

Menanggapi kabar viral ini, jubir Pentagon membantah bahwa pesanan pizza mencerminkan adanya aktivitas militer khusus dan mereka menyebutkan, di dalam kompleks Pentagon sudah tersedia berbagai pilihan makanan, termasuk pizza, sushi, sandwich, hingga donat.

“Tidak benar jika kami bergantung pada restoran luar hanya untuk makan malam mendadak,” ujar jubir tersebut seperti dikutip dari Times of India.

Sementara itu, akun Pentagon Pizza Report juga melaporkan bahwa jumlah pengunjung sebuah bar malam di dekat Pentagon justru mengalami penurunan pada Kamis malam, (Jumat dini hari waktu Iran) bertepatan dengan waktu serangan Israel ke Iran.

Meski teori tersebut ramai dibicarakan, pemerintah AS  secara resmi membantah keterlibatannya dalam serangan Israel terhadap Iran.

Presiden AS Donald Trump menyatakan, “AS tidak ada hubungannya dengan serangan Israel terhadap Iran,” dalam unggahan di platform Truth Social.

Hal senada disampaikan Menlu AS sekaligus Penasihat Keamanan Nasional, Marco Rubio. “Kami tidak terlibat dalam serangan ke Iran dan prioritas utama kami adalah melindungi pasukan AS di kawasan,” ujarnya.

Rubio juga mengatakan bahwa Israel menginformasikan kepada Washington bahwa tindakan tersebut adalah bagian dari pembelaan diri.

Pengamatan intelijen dengan melihat lampu penerangan gedung sebagai pertanda ada kejadian besar, pernah dilakukan oleh mata-mata Israel Ely Cohen yang ngekos dekat markas besar  Kemenhan Suriah.

Jika lampu-lampu di gedung utama kantor kemenhan menyala penuh pada malam hari, berarti pertanda ada rapat penting para  petinggi militer Suriah.

Berdasarkan pertanda itu, Cohen menggali info tentang hal yang diputuskan oleh petinggi militer Suriah terkait kepentingan Israel. Aktivitas Cohen akhirnya terbongkar dan ia dihukum gantung oleh rezim Suriah pada 18 Mei 1965. (imbcnews/Theo/sumber diolah: medsos X, Truth Social, kompas.com/ns)

 

 

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

IMBCNEWS - JAKARTA - GENERASI muda atau Gen Z...

Turkeye Melebihi Jangkaun Negara Tetatanga Kızılelma Berhasil Tembak Rudal Udara

IMBCNEWS Istambul | Uji coba persenjataan milik Turkiye terbaru...

Taiwan Bangun Sistem Hanud T-dome

IMBCNEWS - JAKARTA - SETELAH Israel yang memiliki sistem...

Presiden Guinea Bissau Dikudeta Militer

IMBCNEWS - JAKARTA - TENTARA mengambil alih kekuasaan rezim...