IMBCNews, Jakarta | Dosen pengajar Pendidikan Lingkungan Strata-2 pada Universitas Negeri Jakarta, Nurzengky Ibrahim, mengaku salut atas gagasan Ketua Umum Dewan Da’wah Ilsamiyah Indonesia (DDII) Adian Husaini yang menginisiasi terkait kisah tokoh pejuang kemerdekaan Mohammad Natsir untuk difilmkan.
“Saya salut. Menurut saya, itu merupakan gagasan bagus sekali. Karena Mohammad Natsir semenjak muda telah menjadi publik figur yang mendorong terjadinya revolusi kemerdekaan bagi bangsa dan negara Indonesia. Sedangkan kaum penjajah memang sudah seharusnya meninggalkan bumi pertiwi,” kata Nurzengky kepada IMBCNews di Jakarta, Jumat (18/07) malam.
Ia juga mengemukakan, ketokohan Natsir tidak hanya diakui di tingkat nasional. Akan tetapi juga, Natsir diperhitungkan di kancah global. “Beliau merupakan seorang pahlawan nasional yang lahir di Kabupaten Solok, Sumatra Barat. Natsir, adalah seorang negarawan yang ulama, pendidik serta seorang jurnalis,” jelas Nurzengky.
Lebih lanjut ia mengemukakan, bahwa Mohammad Natsir sekaligus sebagai tokoh penting dalam sejarah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ia dikenal sebagai penggagas Mosi Integral yang mengembalikan Indonesia dari bentuk negara federal atau Republik Indonesia Serikat (RIS) menjadi negara kesatuan.
“Selain itu, Pak Natsir adalah Perdana Menteri Indonesia ke-5, pemimpin Partai Masyumi, dan tokoh Islam terkemuka, baik di Indonesia mau pun negara-negara Islam Timur Tengah dan lain-lain,” ungkap Nurzengky.
Beberapa penghargaan internasional, jelas Nurzengy, juga diterima Mohammad Natsir, antaranya: Grand Gordon Star dari Raja Tunisia, King Faisal International Prize dari Kerajaan Arab Saudi, gelar Doktor Honoris Causa dari Universitas Islam Lebanon, gelar kehormatan dalam bidang sastra dari Universitas Kebangsaan Malaysia, dan gelar kehormatan dalam bidang pemikiran Islam dari Universitas Sains Malaysia.
“Semua penghargaan yang diterima Pak Natsir, tentu karena beliau generasi bangsa Indonesia yang luas ilmunya. Selain itu, beliau juga memiliki cara komunikasi yang elegan serta berpola hidup sederhana; Dan dalam kesertaannya membangun bangsa selalu mengedepankan akhlaq mulia,” sebut Nurzengky lagi.
Dengan segala prestasi yang dicapai Muhammad Natsir, telah menunjukkan bahwa beliau orang yang sangat mencintai Indonesia. “Natsir, juga telah meletakkan fondasi demokrasi dalam memperkuat keutuhan bangsa dan negara,” tuturnya.
Oleh karena itu, jika kisah dari sosok Muhammad Natsir diangkat dalam cerita film; Dan diproduksi untuk diteladani oleh generasi muda Bangsa Indonesia, tegas Nurzengky, tentunya akan menjadi rujukan bersifat positif; Bahkan, kisah Nasir berpotensi pula menumbuhkan cara pandang dalam upaya menjaga keutuhan bangsa. (*/asy1807: lpt/lpg)




