Pasar Atas Bukittinggi di Persimpangan Zaman, Menunggu Kebangkitan atau Menjadi Kenangan

Date:

BUKITTINGGI – Kini, Pasar Atas di jantung Kota Bukittinggi seolah berdiri di persimpangan sejarah. Akankah ia bangkit sebagai pusat belanja modern yang adaptif dengan denyut zaman? Ataukah perlahan berubah menjadi simbol kejayaan ekonomi lokal yang tinggal cerita?

Di balik etalase yang menutup dan lorong-lorong yang lengang, Pasar Atas masih setia menyimpan kisah tentang kejayaan, ketahanan, dan tantangan yang kian kompleks di tengah derasnya arus perubahan pola belanja masyarakat.

Pada Kamis (8/1/2026), Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bukittinggi, Heriman, bersama jajaran turun langsung ke lapangan.

Mereka menyusuri sudut pasar yang berlantai empat tersebut, mencatat dengan teliti gerai yang masih buka, yang tutup, serta spot-spot yang berpotensi dihidupkan kembali.

Langkah ini merupakan tindak lanjut dari inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, pada Senin (5/1). Saat itu, Ramlan tampak prihatin melihat banyaknya toko yang tutup dan los yang tak dimanfaatkan.

Dengan nada tegas namun solutif, Ramlan menyampaikan pesan jelas kepada para pedagang. Ia mengimbau agar los dan pertokoan yang telah tersedia benar-benar digunakan sebagaimana mestinya.

“Kita akan benahi pertokoan yang ada. Jika tidak dipakai akan disegel, dan teras pasar segera disewakan untuk meramaikan kembali pusat perbelanjaan di kawasan Jam Gadang,” tegas Ramlan.

Tak berhenti di situ, ia langsung memerintahkan Dinas untuk mendata serta menyegel toko-toko yang tidak beroperasi. Bahkan, toko-toko tersebut akan ditawarkan kepada pihak lain, termasuk pedagang kaki lima (PKL) yang selama ini berjualan di sekitar kawasan pasar.

Dahulu, Pasar Atas adalah denyut nadi ekonomi kota. Riuh rendah suara pengunjung berpadu dengan dentingan mesin kasir, menciptakan harmoni khas pusat perbelanjaan kebanggaan Bukittinggi yang berdiri angkuh tak jauh dari Jam Gadang.

Namun kini, suasana itu berubah drastis. Lorong-lorong lebih sering diisi langkah-langkah sunyi. Etalase kosong berjajar, sementara troli belanja besar yang dulu sarat barang kini menganggur bak monumen kecil dari masa kejayaan yang perlahan meredup.

“Dulu, sebulan sekali belanja besar. Sekarang, seminggu sekali pun mikir-mikir,” ujar Win, salah satu pedagang yang masih bertahan, dengan senyum getir yang tak mampu menyembunyikan kegelisahan.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Heriman, menegaskan bahwa sesuai arahan pimpinan, Pasar Atas harus dikelola dengan pendekatan yang lebih serius dan adaptif.

“Bisnis ritel bukan sekadar soal menjual barang. Ini soal menjual pengalaman, kepercayaan, dan kedekatan dengan konsumen. Yang tidak adaptif, akan tergilas oleh zaman,” ungkapnya lugas.

Ia pun mengakui bahwa kondisi ini tak lepas dari menurunnya daya beli masyarakat. “Kondisi pasar atas tidak terlepas dari fenomena global, bergesernya perilaku warga yang lebih cenderung belanja virtual/online,” ujarnya.

“Banyak gerai tutup karena konsumen makin sedikit. Mereka yang datang pun sangat selektif. Bukan lagi mencari merek, tapi harga yang paling bersahabat,” tambahnya.

Kini, Pasar Atas menunggu jawaban dari upaya-upaya pembenahan itu. Apakah langkah tegas dan strategi adaptif mampu menghidupkan kembali denyut ekonominya? Atau justru menjadi penanda bahwa roda zaman tak bisa ditahan?

Waktu yang akan menjawab. Namun satu hal pasti, Pasar Atas belum selesai bercerita. **

spot_imgspot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Bantaran Kali Cipinang Longsor, Pembangunan Turap Terkendala Anggaran dan Skala Prioritas

IMBCNEW|DEPOK – Bencana tanah longsor kembali melanda kawasan bantaran...

Pemerintah Diminta Perkuat Edukasi Masyarakat Seiring Naiknya Kasus Gigitan Ular

IMBCNEWS - Kota Bekasi - Banjir yang melanda sejumlah...

Pintar VS Cerdas, Tahu Banyak atau Tahu Cara?

Oleh: Drs. Rismaidi Tuanku Bagindo Tokoh Masyarakat BukittinggiDi ruang kelas,...

Pendaftaran Beasiswa S2 Double Degree Buka 25 Januari – 15 Februari 2026

Jakarta - IMBCNews - Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan...