BUKITTINGGI — Denting jam catur dan geser bidak penuh perhitungan menjadi saksi lahirnya sang juara. Setelah menyisihkan 31 peserta lainnya dan mengoleksi 6 poin penuh, Melki, pecatur asal Kota Pariaman, tampil gemilang sebagai Juara CATUR BTC CUP V Kota Bukittinggi.
Turnamen yang bertajuk Kejuaraan Catur Semi Sumatera Barat ini mempertemukan para pecatur dari berbagai daerah se-Sumbar.
Pertandingan berlangsung sengit di Posko Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) yang berlokasi di Banto Trade Centre (BTC) Kota Bukittinggi, Minggu (4/1/2026).

Bukittinggi, kota wisata Jam Gadang yang berhawa sejuk dan dikepung deretan gunung serta perbukitan, seolah memang diciptakan untuk melatih warganya berpikir taktis.
Di kota ini, strategi, kesabaran, dan ketajaman membaca peluang bukan hanya lahir dari alamnya, tetapi tumbuh subur di atas papan catur.
Sejak babak awal, atmosfer kompetitif terasa kental. Tatapan tajam para pemain berpadu dengan langkah-langkah bidak yang penuh kalkulasi.
Namun di balik sengitnya persaingan, sportivitas tetap menjadi napas utama turnamen. CATUR BTC CUP V bukan sekadar adu cepat atau adu kuat, melainkan pertarungan kecerdasan, konsistensi, dan ketangguhan mental di setiap langkah.
Koordinator lomba, Hambali MGK, menegaskan bahwa kejuaraan ini diharapkan menjadi lebih dari sekadar ajang perebutan gelar. Ia mengingatkan para pemenang agar tidak cepat berpuas diri.
“Kemenangan hari ini harus dijadikan pijakan untuk latihan yang lebih serius dan terarah. Kami berharap para juara terus mengasah kemampuan agar mampu mempertahankan prestasi sekaligus siap menghadapi event-event tingkat Sumatera Barat ke depan,” ujar Hambali.
Hambali juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan, mulai dari panitia hingga para donatur yang mendukung lewat waktu, tenaga, dan materi.
Menambah kredibilitas dan kelancaran pertandingan, CATUR BTC CUP V dipimpin langsung oleh wasit pairing nasional, Bambang Anugerah. Dengan pengalaman dan ketegasannya, setiap laga berjalan tertib, adil, dan sesuai regulasi.
Kejuaraan ini kembali menegaskan bahwa Bukittinggi tak hanya kaya destinasi wisata dan nilai sejarah, tetapi juga subur melahirkan atlet-atlet yang terlatih berpikir tajam dan strategis.
Di kota sejuk ini, bidak demi bidak digerakkan bukan semata untuk meraih kemenangan, melainkan untuk menempa karakter, disiplin, dan strategi menuju panggung prestasi yang lebih besar.





