IMBCNEWS|DEPOK – Semangat pemberdayaan perempuan dan penguatan ekonomi lokal mewarnai peringatan Hari Ibu ke-97 yang digelar oleh organisasi perempuan RW 14, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok.
Acara yang diinisiasi oleh Hj. Titi Isnani ini menjadi ajang kolaborasi lintas sektor yang mengintegrasikan aspek sosial, kesehatan, dan ekonomi kerakyatan.
Yang mana acara ini berlangsung di Balai Warga RW 14 Kelurahan Mekarsari Kecamatan Cimanggis Kota Depok pada Minggu(4/1/26).
Ibu Hj. Titi Isnani, selaku Ketua UMKM sekaligus Ketua UP2K (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga) RW 14 Mekarsari, menyatakan bahwa kegiatan tahun ini mengusung misi ganda: perlindungan anak dan penguatan kemandirian ekonomi warga.
“Kami berkumpul untuk memperingati Hari Ibu dengan aksi nyata. Kami menyadari tingginya tantangan kekerasan terhadap anak saat ini, maka kami mengadakan lomba anak berprestasi sebagai bentuk kepedulian. Selain itu, ada pula bakti sosial berupa pemeriksaan kesehatan gratis dan akupunktur bagi seluruh warga,” ujar Hj. Titi dalam keterangannya, Minggu (04/1/26).

Puncak perhatian dalam acara ini tertuju pada Bazar UMKM yang diikuti oleh lebih dari 70 pelaku usaha. Peserta tidak hanya berasal dari RW 14, namun juga melibatkan perwakilan dari 22 RW di Kelurahan Mekarsari, hingga keterwakilan dari tingkat Kecamatan Cimanggis melalui kantin UCC.
Hj. Titi mengungkapkan bahwa model bisnis UMKM di wilayahnya telah berjalan secara sistematis sejak tahun 2017.
Melalui sistem konsinyasi dan penjualan daring, unit usaha yang dikelolanya berhasil mencatatkan pencapaian luar biasa.
“Alhamdulillah, selama delapan tahun berjalan, omzet kami stabil di atas Rp400 juta per tahun. Pada tahun 2025 ini, dengan adanya inovasi baru seperti ‘Kedai Celaso’ (Kedai Cemilan dan Lauk Sore), kami menargetkan omzet mampu menembus angka di atas setengah miliar rupiah,” tambahnya dengan optimis.
Keberhasilan pengelolaan UMKM di RW 14 Mekarsari diharapkan dapat menjadi percontohan (role model) bagi wilayah lain di Kota Depok.
Hj. Titi menekankan pentingnya manajemen yang solid agar ekonomi di tingkat akar rumput dapat berputar maksimal.
“Jika sistem ini diterapkan di setiap RW di seluruh Depok, potensi perputaran uang bisa mencapai setengah triliun rupiah. Kami sudah membukukan sistem dan manajemen ini sejak 2018 dan kami siap membagikan ilmu serta mendampingi pihak lain yang ingin mereplikasi kesuksesan ini,” jelasnya.
Acara ini turut dihadiri oleh Ketua DPRD Kota Depok, Ade Supriyatna. Dukungan juga mengalir dari jajaran pemerintah kota.
Dalam beberapa kesempatan, Walikota Depok sebelumnya juga telah memberikan apresiasi atas kemandirian ekonomi yang dibangun oleh kaum ibu di RW 14 ini.
Melalui peringatan Hari Ibu ke-97 ini, diharapkan peran perempuan dalam organisasi seperti PKK, Posyandu, Bank Sampah, dan UP2K semakin strategis dalam membangun ketahanan keluarga dan ekonomi nasional mulai dari lingkup terkecil.(*)(imbcnews)





