Program Doktor FH Ubhara Focus Group Discussion Soroti Keamanan Investasi

Date:

IMBCNews, Jakarta | Program Doktor Ilmu Hukum Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) menggelar Focus Group Discussion (FGD), dalam upaya membedah centrang-prenang masalah ekonomi, hukum dan perpajakan yang cenderung kurang praktis dan sering berdampak kurang tegak keadilannya; Sehingga, keamanan investasi para pengusaha dari dalam mau pun luar negeri masih sering dihantui rasa khawatir.

FGD yang mengangkat tema ‘Keamanan Investasi di Indonesia dalam Pemerintahan Prabowo-Gibran: Perspektif Ekonomi, Hukum, dan Perpajakan’ berlangsung di Kampus I Ubhara Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (30/4). Pada kegiatan ini hadir sejumlah narasumber yang ahli di budang masing-masing yaitu: Prof. Dr. St. Laksanto Utomo, S,H.,M.Hum., yang juga Dekan FH Ubhara Jaya.

Kemudian hadir pula narasumber, Prof.Dr. Adler Haymans Manurung SE,ME,M.Com,SH. Prof. DR. M. S. Tumanggor, S.H., M.SC, CTA, Dr Wirawan B Ilyas SH MH Praktisi Pajak dan Mahasiswa Prodi S3 Ubhara Jaya serta seorang Pembanding Dr. H Theo Yusuf Ms, SH., MH., dari IMBCNews.com yang juga Dosen Tetap Pascasarjana di STIH Iblam Jakarta.

Prof Adler Haymans dalam paparannya menyampaikan, investor ummnya meminta perlu adanya kebebasan investasi; Supaya bisa ada hasil return. “Hasil return apa? Kok kasih kebebasannya melakukan investasi? Janganlah dibikin. Misalnya waktunya harus ada tinggal di satu negara, investasi 6 bulan. Dikasih kebebasan terbatas dengan investasi saham 6 bulan, Thailand langsung kabur sebelumnya mulai hal itu,” paparnya.

Jadi, menurut Adler Haymans harus diberi kebebasan memang terhadap investor agar tertarik melakukan investasi. Dan yang kedua, mengingatkan bahwa pajak juga harus dipikirkan supaya calon investor jangan kabur.

“Karena pajak itu keharusan ya. Namun jangan diberikan tinggi supaya dia mau datang. Kalau kau pajakin 6%, kau pajakin 30%, sama sajalah dengan negaranya. Jadi kasih aja kebebasan sama dia, dan dia bisa memilih mana yang bisa,” jelas

Prof Adler Haymans juga mengemukakan, kalau hendak dibikin oleh investor; Misal, pabrik industri-industrinya. “Nah, ini harus juga perhatikan dengan cara mencari tahu dari sebuah penelitian yang menarik. Begitu saja kira-kira kebebasannya,” sebut dia.

Ia kemudian menegaskan. Menurut sepengetahuannya, Prabowo itu tidak ada masalah. Aman. “Tapi yang masalah itu adalah orang yang belum kebagian. Itu saja. Cuma, cerita-cerita itu dari siapa? Sepertinya dari orang yang belum kebagian. Coba dia sudah kebagian, mungkin sekali diam,” pungkasnya. (/*Asy3004: lpt/lpg)

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

“Jangan Cuci Tangan” WALHI Sumbar Desak Gubernur dan Menhut

BUKITTINGGI – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sumatera Barat...

Trauma Masih Gerogoti Anak Anak Padang, Forum Jurnalis Perempuan Indonesia Bereaksi

PADANG — Trauma dan ketakutan masih membayangi, anak anak...

Targetkan Ranking Dunia, FIB UI Dorong Peran Strategis Iluni

IMBCNEWS|DEPOK – Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB...

Malam Ditertibkan, Tilawah Ditenangkan, Polresta Bukittinggi “Sapu Bersih” Balap Liar di Tengah MTQ

BUKITTINGGI – Saat lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema dari...