IMBCNews, Padang – Korban hanyut akibat banjir bandang di Kabupaten Lima Puluh Kota, akhirnya ditemukan pada Senin (29/12/2025).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lima Puluh Kota memastikan, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Plt. Kalaksa BPBD) Kabupaten Lima Puluh Kota, Rahmadinol mengatakan, korban ditemukan sekitar pukul 08.30 WIB setelah dilakukan pencarian sejak dilaporkan hanyut pada Minggu (28/12/2025) sore.
“Sudah, sudah ditemukan pagi ini,” sebut Rahmadinol saat dikonfirmasi.
Ia menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi saat korban berusaha menyeberangi sungai ketika debit air meningkat. Kejadian berlangsung sekitar pukul 15.00 WIB.
“Korban hanyut saat menyeberang sungai sekitar pukul 15.00 WIB, ketika air sedang naik,” katanya.
Menurut Rahmadinol, lokasi kejadian berada di Nagari Halaban, tepatnya di Sungai Batang Kapuas, Kabupaten Lima Puluh Kota.
Saat kejadian, korban sempat terlihat oleh warga sebelum akhirnya terseret arus dan menghilang.
“Korban menyeberang sungai, terlihat oleh warga, lalu tiba-tiba hilang terseret arus. Baru ditemukan pagi ini,” ujarnya.
Korban diketahui bernama Mak Arus (58), warga Sialang, Kecamatan Kapur IX. Ia ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di wilayah Pantai Lubna.
Namun demikian, BPBD belum menerima laporan rinci terkait jarak lokasi penemuan korban dari titik awal hanyut.
“Untuk jarak pastinya dari lokasi kejadian, kami belum menerima laporan detail dari petugas di lapangan,” jelas Rahmadinol.
Sebelumnya, hujan deras menguyur Kabupaten Limapuluh Kota pada Minggu (28/12/2025) kemarin.
Hujan tersebut membuat sejumlah sungai yang ada di kabupaten tersebut, alami kenaikan debit air. Di antaranya Sungai Kapur, Sungai Maek, dan Sungai Mungo Taram.
Imbasnya, sejumlah rumah warga, fasilitas umum, hingga jalan terendam air dari banjir bandang.
Bahkan, tempat wisata Kapalo Banda Taram ikut direndam oleh air banjir bandang, disebabkan naiknya debit air Sungai Mungo Taram.





