Sindrom Brugada, Bisa Picu Kematian Mendadak

Date:

IMBCNEWS – JAKARTA – KEMATIAN mendadak saat orang tertidur lelap membuat cemas  banyak orang dan di dunia medis, ada kondisi tertentu yang bisa memicu henti jantung tiba-tiba tanpa gejala.

Sindrom Brugada, seperti diungkap detikhealth (4/1)  adalah gangguan irama jantung yang bisa menyerang saat pengidapnya terlelap.

Sindrom Brugada adalah kelainan genetik langka yang memengaruhi sistem kelistrikan jantung, menyebabkan irama jantung tidak teratur (aritmia) yang berbahaya, berisiko menyebabkan pingsan atau henti jantung mendadak (SCD), terutama saat tidur atau istirahat.

Gejala umum berupa palpitasi dan sesak napas, dan penanganannya meliputi menghindari pemicu seperti demam atau dehidrasi, serta pemasangan alat ICD untuk kasus berat, seperti dijelaskan di berbagai sumber.

Penyebab

  • Kelainan Genetik: Terjadi akibat cacat genetik yang memengaruhi saluran natrium di sel jantung, mengganggu aliran listrik normal.
  • Faktor Pemicu: Peningkatan risiko aritmia dapat dipicu oleh demam, dehidrasi, obat-obatan tertentu, dan konsumsi alkohol.

 

Manajemen:

    • Hindari pemicu (demam tinggi, dehidrasi).
    • Implan Kardioverter Defibrilator:  Alat kecil yang ditanam untuk mendeteksi dan menghentikan aritmia berbahaya.
  • Pencegahan: Menjaga hidrasi cukup dan konsultasi dokter untuk menghindari pemicu.

Fakta Penting

  • Lebih sering terjadi pada pria dan sering didiagnosis sekitar usia 40 tahun, namun bisa terjadi pada usia berapa pun.
  • Sindrom ini termasuk salah satu penyebab utama SCD yang tidak dapat dijelaskan, sering terjadi di Asia, dengan prevalensi tinggi di Asia Tenggara.

Apa Itu Sindrom Brugada?
Sindrom Brugada adalah gangguan irama jantung (aritmia)  yang berpotensi mengancam jiwa. Pengidap sindrom Brugada memiliki risiko irama jantung tidak teratur, dimulai dari bilik bawah jantung.

Dikutip dari laman Kemenkes, sindrom ini didiagnosis melalui tes elektrokardiogram (EKG), tes Holter atau EKG portabel selama 24 atau 48 jam untuk pemantauan, tes darah atau air liur.

Penyebab Sindrom Brugada
Setiap detak jantung dipicu oleh sinyal listrik yang dihasilkan oleh sel-sel khusus di bilik kanan atas jantung.

Pada sel-sel ini terdapat pori-pori kecil disebut saluran (channel) yang mengatur aliran aktivitas listrik tersebut, sehingga jantung bisa berdetak.

Pada sindrom Brugada, perubahan pada saluran-saluran ini menyebabkan jantung berdetak terlalu cepat dan menciptakan irama jantung yang berbahaya.

Akibatnya, jantung tidak memompa cukup darah ke seluruh tubuh. Irama jantung yang tidak teratur dan berlangsung singkat bisa menyebabkan pingsan, bahkan memicu kematian mendadak jika detak yang tidak teratur terus berlangsung.

Dikutip dari laman Mayo Clinic, sindrom Brugada bisa disebabkan oleh masalah struktural pada jantung yang mungkin sulit dideteksi.

Bisa juga akibat ketidakseimbangan zat kimia yang membantu mengirimkan sinyal listrik ke seluruh tubuh (elektrolit), akibat penggunaan obat tertentu atau kokain.

Gejala Sindrom Brugada
Sering kali, orang yang mengalami sindrom Brugada tidak merasakan adanya gejala. Kematian jantung mendadak bisa terjadi, terutama saat tidur. Hal tersebut mungkin disebabkan oleh peningkatan ketegangan pada saraf vagus.

Kendati demikian, muncl tanda dan gejala yang mungkin terkait dengan sindrom Brugada yakni pusing, pingsan terengah-engah dan kesulitan bernapas, terutama malam hari, detak jantung tak teratur atau palpitasi, detak jantung sangat cepat dan tak beraturan serta kejang.

Jika anda mengalami gejala tersebut, segera hubungi layanan kesehatan terdekat (imbcnews/nanangs/sumber diolah: detikhealth)

spot_imgspot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Ilmuwan: Benua Afrika Akan Dipisahkan oleh Samudera Baru

IMBCNEWS - JAKARTA - BENUA Afrika, menurut para ilmuwan,...

BPJSK Anggarkan Rp527M untuk Penyakit Jantung

IMBCNEWS - JAKARTA - PENYAKIT jantung menjadi beban pembiayaan...

Ilmuwan China Berhasil Amati Teori Migdal

Ilmuan China Berhasil Amati Fenomena KuantumIMBCNES -JAKARTA - ILMUWAN...

Super Flu Belum Terdeteksi di Bursel

IMBCNews, Namrole_Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk...