Target 2030: STAI Thawalib Jakarta Bersiap Transformasi Jadi Institut

Date:

IMBCNEWS, Jakarta | Menjelang pergantian tahun 2025, Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Publisistik Thawalib Jakarta menggelar agenda strategis bertajuk Sarasehan Nasional Refleksi Akhir Tahun.

Acara yang mengangkat tema besar “Trajektory Thawalib 2030” ini dilangsungkan pada Senin, 29 Desember 2025, bertempat di Kampus Thawalib, Jl. Kramat II No. 13, Jakarta Pusat.

Kegiatan ini bertujuan untuk memetakan arah jalan (roadmap) dan visi jangka panjang lembaga pendidikan Thawalib dalam menghadapi tantangan global menuju tahun 2030.

Sarasehan ini dipandu oleh tokoh kharismatik, Kusen, S.Ag., M.A., Ph.D., atau dikenal sebagai Kyai Cepu, yang bertindak sebagai pemandu acara (host).

Screenshot 20251230 031702 scaled e1767039696410 Target 2030: STAI Thawalib Jakarta Bersiap Transformasi Jadi Institut
Drs. H. Syamsudin, M.Pd., Ketua STAI Publistik Thawalib Jakarta. (Foto: imbc-iman)

Ketua STAI Publistik Thawalib Jakarta, Drs. H. Syamsudin, M.Pd., menjelaskan bahwa talkshow ini merupakan inisiasi dari Yayasan Islam Thawalib bersama STAI Publistik Thawalib Jakarta.

Acara ini menjadi ruang refleksi bagi para alumni, pimpinan, dosen, dan senior untuk menatap tahun 2026 dengan optimisme baru.

Dalam pernyataannya, Syamsudin mengungkapkan kabar gembira terkait perkembangan akademik institusi yang dipimpinnya.

Ia menyebutkan bahwa beberapa waktu lalu, Kementerian Agama (Kemenag) telah melakukan kunjungan langsung ke kampus untuk meninjau persiapan pembukaan program studi (prodi) baru.

Alhamdulillah, progresnya sangat bagus. Kemenag sudah melihat dari dekat sejauh mana persiapan prodi-prodi baru yang kami ajukan. Hal ini menjadi pemantik semangat kami untuk melangkah lebih jauh,” ujar Syamsuddin di sela-sela acara.

Lebih lanjut, ia menegaskan target besar Thawalib dalam waktu dekat. “Ke depan, dengan doa dan ikhtiar bersama serta memohon ridho Allah SWT, kita berupaya agar Sekolah Tinggi ini segera berubah status menjadi Institut. Ini adalah lompatan besar yang sedang kami persiapkan,” tambahnya.

Talkshow ini menghadirkan lima narasumber berkompeten dari berbagai latar belakang untuk memberikan perspektif multidimensi:

* SM. Hasyir (DKI Jakarta): Perwakilan BPH Universitas Saintek Muhammadiyah.

* Dedy Oktarinto (Jawa Barat): Dari Pusat Pendidikan Wawasan Kebangsaan DKI Jakarta.

* Syamsuddin (Jawa Timur): Ketua STAI Publistik Thawalib Jakarta.

* Theo Yusuf (DI Yogyakarta): Ketua Dewan Kehormatan PWI Jaya.

* Miftah Yusufpati (Jawa Tengah): Pemimpin Redaksi Liranews & Pemimpin Umum FNN.

Tema “Trajektory 2030” mengisyaratkan fokus Thawalib pada adaptasi teknologi dan penguatan nilai-nilai kebangsaan.

Kehadiran tokoh-tokoh dari luar Jakarta menunjukkan bahwa pemikiran yang dibangun dalam sarasehan ini memiliki skala nasional.

Dalam talkshow tersebut, para pemateri atau narasumber menyoroti pentingnya integrasi antara sains-teknologi dengan nilai-nilai jurnalistik dan keterbukaan informasi.

Visi 2030 ini dipandang sebagai upaya modernisasi pesantren tanpa meninggalkan identitas aslinya yang berakar kuat pada sejarah pendidikan Islam di Indonesia.

Pada kesempatan yang sama, Theo Yusuf selaku Dewan Kehormatan PWI Jaya juga memberikan pandangannya di bidang ekonomi dan hukum untuk STAI Publistik Thawalib pada Talkshow Trajektory Thawalib 2030.

Kemudian disela-sela acara di isi dengan pertunjukan pembacaan puisi oleh Kusen atau Kyai Cepu yang berjudul “Merahnya Merah” karya KSN Jilbab.

Yang bermakna warna merah sebagai simbol keberanian, pengorbanan, dan menjaga kesucian bangsa dari pengaruh buruk seperti narkoba, pembacaan puisi tersebut mampu membangkitkan emosi para pendengarnya.

Di penghujung acara Miftah H. Yusufpati pemimpin redaksi liranews dan juga pemimpin umum FNN sebagai narasumber berpesan kepada seluruh audiens menekankan pentingnya ilmu komunikasi, baik secara lisan maupun tulisan.

Sarasehan ini diharapkan menjadi batu pijakan bagi Thawalib Jakarta untuk bertransformasi menjadi institusi pendidikan Islam yang lebih relevan dengan kebutuhan industri dan tantangan sosial di masa depan.(*)(imbcnews/taufik)

taufik
taufik
Menulis Data Menyampaikan Fakta.
spot_imgspot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Pemerintah Diminta Perkuat Edukasi Masyarakat Seiring Naiknya Kasus Gigitan Ular

IMBCNEWS - Kota Bekasi - Banjir yang melanda sejumlah...

Pintar VS Cerdas, Tahu Banyak atau Tahu Cara?

Oleh: Drs. Rismaidi Tuanku Bagindo Tokoh Masyarakat BukittinggiDi ruang kelas,...

Pendaftaran Beasiswa S2 Double Degree Buka 25 Januari – 15 Februari 2026

Jakarta - IMBCNews - Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan...

Kemenag: Oktober 2026 Batas Waktu Wajib Produk Halal

Jakarta - IMBCNews - Kementerian Agama menegaskan bahwa 17...