BUKITTINGGI – Ada suasana berbeda di tubuh Lembaga Amil Zakat Nasional Syarikat Islam (LAZNAS SI) Kota Bukittinggi, Sabtu (13/12). Bukan sekadar pergantian nama di kursi ketua, tapi sebuah reset tombol menuju fase baru pengelolaan zakat yang lebih progresif.
Ustadz M Yaman resmi dipercaya memegang tongkat estafet kepemimpinan LAZNAS SI Kota Bukittinggi, menggantikan Ustadz H. Heru Triastanawa. Sosok yang sebelumnya dikenal tenang di balik layar sebagai bendahara, kini maju ke depan sebagai nakhoda utama.
“Alhamdulillah, LAZNAS SI Kota Bukittinggi kini memiliki ketua baru, yakni Ustadz Yaman,” ujar Ketua DPC Syarikat Islam Kota Bukittinggi, H. Rismaidi Tuanku Bagindo.
Inyiak Tuanku, sapaan akrab H. Rismaidi tak menutup optimisme. Menurutnya, pengalaman, dedikasi, dan ketajaman manajerial Ustadz Yaman menjadi modal kuat untuk membawa LAZNAS SI naik kelas.
“Beliau adalah pilihan terbaik. Kami yakin lembaga ini akan semakin besar, maju, dan dipercaya masyarakat,” tegasnya.
Pergantian pucuk pimpinan ini juga memunculkan wajah-wajah baru di struktur pengurus. Posisi bendahara yang ditinggalkan Ustadz Yaman kini diisi oleh Bundo Feri Susianti, sementara roda organisasi diperkuat oleh tim yang dinilai solid dan berpengalaman.
Susunan Pengurus LAZNAS SI Kota Bukittinggi Terbaru:
– Ketua: Ustadz M Yaman
– Sekretaris: Shefri Donaldy
– Bendahara: Feri Susianti
– Kepala Unit Perhimpunan: Dedi Joharlis
– Kepala Unit Himpunan dan Penyaluran: Noviardi Syafe’i
– Kepala Unit Himpunan dan Pengawasan: Ustadz Ade Jalaluddin
Dalam pernyataan singkat namun penuh makna, Ustadz M Yaman menegaskan kesiapannya memikul amanah besar tersebut.
“Insyaallah amanah ini akan saya jalankan sepenuh hati. Bersama pengurus lainnya, kami akan membawa LAZNAS SI Kota Bukittinggi menjadi lebih baik, lebih berkembang, dan lebih profesional,” ucapnya.
Dengan formasi baru dan semangat kolektif, LAZNAS SI Kota Bukittinggi tak sekadar berganti ketua, tetapi sedang menata langkah untuk menjadi lembaga zakat yang lebih modern, terpercaya, dan berdampak nyata bagi umat. (**)





