
IMBCNews, Padang – Universitas Andalas telah melakukan kegiatan pelepasan mahasiswa yang akan mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN), di semua daerah dan nagari di Sumatera Barat, pada Selasa (17/6/2025) kemarin.
Pelepasan mahasiswa untuk program KKN, diikuti sebanyak 3.221 orang, dan secara resmi dilepas oleh Rektor Unand, Efa Yonendi.
Selain dilepas secara resmi, kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah.
Efa mengatakan, kegiatan pelepasan mahasiswa untuk mengikuti KKN ini merupakan momentum, sekaligus komitmen nyata atas kontribusi Perguruan Tinggi untuk pembangunan daerah.
Kegiatan KKN Unand tersebut perkuat sinergitas antara kampus dengan Pemprov Sumbar. Lebih dari itu, momen tersebut mempererat hubungan lembaga pendidikan dengan Pemerintah Daerah.
“Kehadiran Bapak Gubernur sekaligus menunjukkan bahwa kolaborasi Universitas Andalas dan Pemda terus berjalan seiring untuk meningkatkan potensi lokal di Sumatera Barat,” sebut Efa melalui keterangan resmi yang diterima pada Rabu (18/6/2025).
Kegiatan KKN Unand di tahun ini memberikan skema yang berbeda. Kegiatan tersebut memberi ruang kepada mahasiswa, untuk terlibat sesuai dengan bakat yang dimiliki.
Pada skema pertama, KKN reguler periode kedua melibatkan sebanyak 3.036 mahasiswa, yang disebar di 148 nagari, 11 Kabupaten, serta 1 Kota.
Berikutnya skema non reguler, sebanyak 35 mahasiswa dikirim ke enam kelurahan yang tersebar di Kota Padang. Skema ini merupakan kerjasama Unand dengan PT. Semen Padang.
Tidak hanya itu, KKN Unand pada tahun ini juga menjalankan skema internasional, yang mana terdapat lima mahasiswa yang dikirim ke Lampung.
Kemudian, Unand juga menggagas program Kampus Berdampak Membangun Desa Tematik Literasi, dan menjalin kerjasama dengan Perpustakaan Nasional.
Skema tersebut mengirimkan 143 mahasiswa yang nantinya mengabdi di 25 nagari, dan fokus untuk meningkatkan literasi masyarakat.
Efa menyebutkan, pelaksanaan KKN Unand 2025 telah dipersiapkan lebih matang, daripada pelaksanaan sebelumnya.
“UNAND sudah memulai persiapan sejak akhir tahun 2024, mulai dari pemetaan lokasi hingga pembekalan mahasiswa,” tuturnya.
Senada dengan Rektor Unand, Mahyeldi beri apresiasi kegiatan KKN yang dijalankan kampus ternama di Sumbar tersebut.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, kami menyampaikan terima kasih kepada Rektor yang konsisten menyelenggarakan KKN,” ujarnya.
“Ini membuktikan satu nafas dan satu garis antara Pemprov dan Universitas Andalas,” sambung Mahyeldi.
Ia menilai, KKN Unand 2025 mengangkat tema yang sesuai dengan visi Sumbar pada tahun ini.
Mahyeldi melanjutkan, dirinya berharap kepada mahasiswa Unand yang telah dilepas, untuk menjaga sikap di lokasi KKN.
“KKN kita berjalan selama 40 hari. Saudara datang ke nagari, beretikalah dan bersikaplah dengan bermartabat sesuai dengan visi dan misi Universitas Andalas,” tutupnya.



