Warga RW 14 Mekarsari Desak Realisasi Solusi Banjir

Date:

IMBCNEWS|DEPOK – Masalah banjir yang menahun di wilayah RW 14, Kelurahan Mekarsari, Cimanggis, kembali menjadi persoalan yang tidak berujung.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua RW 14 Kelurahan Mekarsari Cimanggis Kota Depok, H. Drs. Sugeng Bagiono saat ditemui tim imbcnews pada acara bazar UMKM RW 14 di Balai Warga pada Senin(5/1/26).

Sugeng mengungkapkan keresahan warga terkait kondisi wilayahnya yang selalu terendam banjir setiap kali hujan deras mengguyur selama satu hingga dua jam.

Dalam pertemuan yang dihadiri oleh pengurus lingkungan dan Ketua DPRD Kota Depok, Ade Supriyatna, Sugeng menekankan bahwa dampak banjir yang paling dirasakan adalah terendamnya fasilitas umum, terutama Masjid dan area sekolah.

Meskipun menyambut baik perhatian dari pihak legislatif, Sugeng menyatakan keberatan warga terkait rencana pembangunan embung di lahan yang berdampingan langsung dengan Pos RW, Masjid, dan Sekolah Dasar (SD).

Kami warga RW 14 rata-rata tidak setuju jika embung dibangun di samping Pos RW. Lokasinya berdampingan dengan masjid dan sekolah. Kami khawatir akan keamanan anak-anak sekolah yang mungkin penasaran dengan keberadaan genangan air atau empang tersebut,” ujar Sugeng.

Sebagai alternatif, pengurus lingkungan mengusulkan tiga langkah strategis untuk mengurai beban air di wilayah tersebut:

Sodetan ke Kali Cipinang: Melakukan terobosan drainase langsung menuju Kali Cipinang untuk mempercepat aliran air yang selama ini terhambat, kemudian Relokasi Embung ke Ujung Garuda: Mengusulkan lahan di area Ujung Garuda sebagai lokasi penampungan air (parkir air) yang lebih aman dari pemukiman padat dan sekolah, dan Pembebasan Lahan di Wilayah Hulu: Mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Depok untuk membeli lahan di wilayah hulu (RW 15 dan RW 10) guna dijadikan embung utama, sehingga air tidak langsung tumpah ke wilayah hilir di RW 14.

Sugeng menyayangkan hingga kini belum ada realisasi nyata meski proposal permohonan sudah diajukan ke tingkat Wali Kota hingga DPRD sejak tiga tahun lalu. Kondisi ini seringkali menimbulkan ketegangan sosial antarwarga dan pengurus lingkungan.

Saya mohon empati dari para anggota Dewan, khususnya yang berada di wilayah Cimanggis. Jangan sampai setiap tahun kondisinya terus begini. Pengurus RT dan RW sering disalahkan warga karena dianggap tidak berbuat apa-apa, padahal kami terus mendorong solusi ini,” tegasnya.

Di sisi lain, selain fokus pada infrastruktur banjir, pihak RW 14 juga mengapresiasi dukungan terhadap sektor UMKM.

Warga berharap adanya bantuan pendanaan, pelatihan, serta fasilitas fisik untuk mengembangkan produk lokal agar mampu bersaing dan memberikan kontribusi ekonomi bagi wilayah sekitar.

Melalui koordinasi ini, warga RW 14 berharap Pemerintah Kota Depok dam DKI Jakarta dapat bersinergi dalam mendanai pembangunan embung yang tepat sasaran agar beban banjir di wilayah perbatasan dapat segera teratasi secara permanen.(*)(imbcnews/taufik)

taufik
taufik
Menulis Data Menyampaikan Fakta.
spot_imgspot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Bantaran Kali Cipinang Longsor, Pembangunan Turap Terkendala Anggaran dan Skala Prioritas

IMBCNEW|DEPOK – Bencana tanah longsor kembali melanda kawasan bantaran...

Pemerintah Diminta Perkuat Edukasi Masyarakat Seiring Naiknya Kasus Gigitan Ular

IMBCNEWS - Kota Bekasi - Banjir yang melanda sejumlah...

Pintar VS Cerdas, Tahu Banyak atau Tahu Cara?

Oleh: Drs. Rismaidi Tuanku Bagindo Tokoh Masyarakat BukittinggiDi ruang kelas,...

Pendaftaran Beasiswa S2 Double Degree Buka 25 Januari – 15 Februari 2026

Jakarta - IMBCNews - Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan...