IMBCNews, Jati Agung-Lamsel | Pengurus Masjid An Nur, Desa Gedung Agung, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan (Lamsel) mendatangkan Al Ustadz Suwardi sebagai khatib, dalam rangkaian Shalat Idul Fitri 1446 Hijriyah. Pada kesempatan itu, khatib mengajak jamaah shalat yang dilaksanakan di halaman Masjid An Nur, Senin (31/3); Agar bersama-sama meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah, Tuhan Yang Mahakuasa.
Lain itu, ajakan yang juga dipandang sangat penting oleh khatib, dalam momentum Idul Fitri ini, agar jamaah terus melakukan dan meningkatkan rasa hormat kepada kedua orang tua, sebagaimana anjuran yang terdapat di dalam Alqur-an Surah Al-Israa ayat 23, Luqman ayat 14, dan Al-Anam ayat 151.
Menurut Suwardi, orang tua, terutama ayah dan ibu menjadi salah satu pilar atau jalan untuk mencapai taqwa kepada Allah. “Oleh karena itu, menghormati orang tua dalam momemtum Idul Fitri hendaknya dijadikan perhatian; Karena pengorbanan dan jasa dari orang tua, tidak mungkin kita akan mampu membalasnya,” sebut dia.
Seraya Suwardi membacakan Firman Allah dalam Alqur-an surat Al Israa ayat 23:
۞ وَقَضٰى رَبُّكَ اَلَّا تَعْبُدُوْٓا اِلَّآ اِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسٰنًاۗ اِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ اَحَدُهُمَآ اَوْ كِلٰهُمَا فَلَا تَقُلْ لَّهُمَآ اُفٍّ وَّلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيْمًا ٢٣
Artinya: “Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, serta ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik.”
Ia menjelaskan, selain jasa orang tua tidak mungkin dapat dibalas tuntas, namun juga menjaga hubungan baik kepada keduanya; Baik tat kala keduanya masih hidup atau pun sudah meninggal dunia, tetaplah berbuat baik kepada keduanya.
“Seandainya orang tua kita telah meninggal doa-doa kita sebagai anaknya sangat ditunggu-tunggu oleh keduanya. Maka itu selain ziarah ke makamnya hendaknya juga kita selalu dan selalu mendoakan; Mohonkan ampunan dari segala kekhilafan atau dosa-dosa keduanya agar beliau memperoleh ampunan, diterangkan kuburnya oleh Allah dan diberikan tempat terbaik di sisiNya,” jelas dan ajak Suwardi.
Lebih lanjut ia mengemukakan harapan, pada momentum Idul Fitri ini, peluang dari anak-anak yang dengan tulus-ikhlas berdoa untuk kebaikan kedua orang tuanya, terlebih bagi mereka yang telah berada di alam kubur, semoga menjadi doa-doa yang dijabah dan diqobulkan oleh Allah.
Lain itu, pesan Suwardi berikut, hendaknya saat menjalani momentum Idul Fitri saat ini, juga dapat dimanfaatkan untuk menguatkan jalinan silaturrahim antar sesama. “Untuk menjaga silaturrahim, mari kita sama-sama memanfaatkan peluang ini untuk saling maaf memaafkan,” katanya.
Saling memohon maaf dan memberi maaf, merupakan suatu anjuran penting menurut Alqur-an mau pun hadits Nabi Shalallahu’alaihi wa sallam. “Orang yang memohon maaf dan yang memaafkan adalah sama baiknya, untuk terciptanya kedamaian bersama,” katanya.
Ustadz Suwardi kemudian juga menyebut: Taqabbalallahu minna wa minkum Wa ja’alana minal ‘aidin wal faizin. Artinya: Semoga Allah menerima (puasa) kita dan menjadikan kita kembali (dalam keadaan fithrah atau suci) dan termasuk orang-orang yang mendapatkan kemenangan. (uah/asy3103: lpt/lpg)