IMBCNews, Jakarta | Sekolah Dasar Muhammadiyah 3 (SDM 3) Matraman Jakarta Timur mewisuda 29 peserta didik yang hafal Alqur-an juz ke-30. Wisuda digelar pada 14 Juni 2024 yang lalu, diiring pemberian medali dan mahkota bagi para wisudawan.
Kepala SDM 3 Matraman Drs H Dedi Iswantara M Pd merasa gembira dengan prestasi anak-anak didiknya, terlebih bagi mereka yang berhasil menghafal Alqur-an sesuai program serta diwisuda. “Ini program sekolah Muhammadiyah, tujuannya menyeimbangkan pengetahuan keduniaan dengan keakhiratan,” kata Dedi Iswantara secara tertulis yang diterima IMBCNews di Jakarta, Jumat (21/6).


Lebih lanjut Dedi Iswantara mengemukakan bahwa peserta yang diwisuda ada yang hafalnya 1 juz dan ada juga yang hafal sudah 2 juz. Mereka ini telah dinyatakan layak wisuda, jumlahnya 29 anak didik kelas 4 sampai 6. “Namun tahun ini ada 1 anak baru kelas 2 sudah hafal 1 juz dan layak diikutkan wisuda,” katanya.
Bagi para penghafal Alqur-an SDM 3, lanjut Dedi Iswantara lagi, kalau yang laki-laki tentu diharapkan agar kelak mampu menjadi imam pada shalat-shalat berjamaah, tertutama di masjid.
“Jadi imam, merupakan harapan kami pada masa dewasa mereka. Namun juga, kami tetap menaruh harapan; Agar semua anak yang diwisuda pada program tahfizh ini, walau target sekolah yang mereka hafal adalah juz ke-30, hal ini akan menjadi motivasi juga bagi mereka untuk tidak berhenti menghafal serta memperdalam kandungan isi Alqur-an. Karena Alqur-an itu pedoman kehidupan semasa di dunia menuju kebahagiaan hidup di akhirat,” jelas dia.


Berkaitan dengan pemberian medali dan mahkota bagi wisudawan, Dedi Iswantara menjelaskan bahwa medali sebagai simbul prestasi anak didik. “Sedangkan mahkota, kita jadikan simbul ucapan dan rasa terima kasih kepada para orang tua yang telah mempercayakan anak-anaknya belajar di SDM 3 Matraman,” terangnya.
Program tahfizh Alqur-an, sebut Dedi Iswantara merupakan bagian dari ektrakurikuler. Program ini merupakan pengembangan dari Al Islam, Kemuhammadiyahan dan Bahasa Arab atau Ismuba.
“Barangkali kita sudah sama paham, bahwa arah gerakan Muhammadiyah menjadikan Alqur-an sebagai sumber rujukan utama. Sehingga, kaderisasi generasi muda melalui lembaga pendidikan sekolah, tahfizul qur-an menjadi bagian penting dan tidak terpisahkan dari gerakan Muhammadiyah,” pungkasnya. (asy2106: lpg/lpt)