Oleh: Aceng Abdul Azis*
MASJID, dalam sejarahnya, bukan sekadar tempat ibadah mahdhah seperti shalat dan dzikir. Masjid adalah pusat peradaban Islam, tempat bertemunya beragam pemikiran, suku, budaya, dan latar belakang sosial. Dalam konteks modern, masjid tetap berperan sebagai melting pot yang menyatukan berbagai pemahaman keagamaan dalam bingkai ukhuwah Islamiyah.
Di lingkungan Perumahan Puribali, Bojongsari, Depok, Masjid Puribali telah lebih dari satu dekade membangun kebersamaan lintas organisasi sosial dan politik. Meski jamaah berasal dari berbagai latar belakang keagamaan, politik, dan pemikiran, DKM berkomitmen menjaga masjid tetap sebagai ruang yang kondusif dan harmonis.
Ketika politik identitas kerap menyeruak dalam dinamika kehidupan sosial, Masjid Puribali memilih jalan moderasi. Masjid ini tidak terlibat dalam agitasi politik Islam yang berpotensi meruncingkan perbedaan antarjamaah. Justru, jamaah sendiri yang memperkuat peran masjid sebagai pusat ibadah, silaturahmi, dan kajian keislaman. Bahkan menjadi “silent mosque”–pengumuman dan himbauan sekalipun jarang dikumandangkan.
Pada tahun 2025, DKM Puribali mengambil langkah strategis dengan merilis program transformasi dakwah yang mengoptimalkan platform digital. Hal ini didorong oleh tingkat literasi digital jamaah yang cukup tinggi. Para jamaah akan bergabung dalam pembuatan konten dakwah di media sosial agar pesan Islam yang wasathiyah (moderat) tidak hanya menjangkau jamaah internal, tetapi juga tersebar luas di kalangan masyarakat Muslim secara global. Hal ini diwadahi dalam MMC (Masjid Media Center) Puribali yang dikomandani UH Abdurrahman.
Transformasi Dakwah Digital: Urgensi dan Dampaknya
Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara manusia mengakses dan menyebarkan informasi, termasuk dalam bidang dakwah. Data dari We Are Social & Hootsuite (2024) menunjukkan bahwa jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai 221 juta orang, dengan 167 juta pengguna media sosial aktif. Ini menunjukkan bahwa media digital adalah ruang potensial yang harus dioptimalkan dalam dakwah.
Dr. Zainal Abidin, pakar komunikasi Islam dari UIN Jakarta, menyatakan bahwa dakwah digital bukan sekadar tren, tetapi kebutuhan zaman. Dengan memanfaatkan platform digital, jangkauan dakwah bisa melampaui batas geografis dan demografis. Ini memungkinkan transformasi sosial yang lebih luas dan cepat.
Hal ini selaras dengan pandangan Sheikh Salman Al-Ouda, seorang ulama kontemporer, yang menekankan bahwa media digital adalah sarana dakwah paling efektif di era modern. Ia menegaskan bahwa jika dakwah Islam ingin tetap relevan, maka kita harus hadir di tempat di mana umat berada—dan saat ini, mereka ada di dunia digital.
Dengan digitalisasi dakwah, Islam bisa disampaikan dengan cara yang lebih menarik, berbasis data, dan sesuai dengan kebutuhan umat. Melalui konten visual, podcast, dan diskusi daring, pesan-pesan Islam dapat menjangkau anak muda, profesional, dan masyarakat global.
Kajian Ilmiah yang Mendalam dan Dialogis
Kajian agama di Masjid Puribali tidak bersifat doktriner, tetapi dirancang sebagai forum ilmiah yang membuka ruang tanya jawab secara luas. Setiap diskusi dilakukan dalam bingkai fikih dan teologi empat madzhab, sehingga memberikan perspektif yang komprehensif dan inklusif. Beberapa tema kajian utama meliputi:
Pertama, Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir
Kajian ini membahas makna ayat-ayat suci secara kontekstual, dengan pendekatan tafsir klasik dan kontemporer. Perbedaan metode tafsir antara para ulama, seperti tafsir bil ma’tsur dan tafsir bil ra’yi, juga dikaji untuk memperkaya pemahaman jamaah.
Kedua, Ilmu Hadis
Kajian ini menelusuri derajat keabsahan hadis melalui kritik sanad dan matan. Umat diajak memahami perbedaan antara hadis shahih, hasan, dhaif, dan maudhu’ agar tidak mudah terjebak dalam penyebaran hadis palsu.
Ketiga, Fiqih Empat Madzhab
Diskusi fiqih difokuskan pada perbedaan pendapat dalam mazhab Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hambali. Jamaah diberikan pemahaman bahwa perbedaan fiqih bukan alasan perpecahan, tetapi justru menjadi kekayaan intelektual Islam.
Keempat, Akhlak dan Tasawuf
Kajian ini menekankan pentingnya tazkiyatun nafs (penyucian jiwa) dalam kehidupan sehari-hari. Pemikiran Imam Al-Ghazali dan ulama tasawuf lainnya menjadi rujukan untuk membangun karakter Muslim yang berakhlak mulia.
Kelima, Islam Kontemporer
Kajian ini membahas isu-isu modern dalam perspektif Islam, seperti ekonomi syariah, etika teknologi, lingkungan, dan hak asasi manusia. Perspektif maqashid syariah digunakan untuk memberikan solusi berbasis nilai-nilai Islam terhadap tantangan zaman.
Setiap kajian diakhiri dengan sesi dialog terbuka, di mana jamaah dapat mengajukan pertanyaan dan mendiskusikan isu-isu yang relevan dengan kehidupan mereka. Dengan pendekatan ini, ilmu agama tidak disampaikan secara kaku, tetapi menjadi sarana pencerdasan dan pencerahan bagi umat.
Menginspirasi Keharmonisan
Masjid Puribali berikhtiar menjadi contoh bagaimana keberagaman bukan untuk dipertentangkan, tetapi untuk dikelola dalam bingkai ukhuwah Islamiyah. Dengan pendekatan wasathiyah, masjid ini mampu menjembatani berbagai pemahaman keagamaan dengan semangat kebersamaan.
Dengan adanya transformasi digital, dakwah tidak lagi terbatas pada ruang fisik masjid. Kini, pesan Islam bisa menjangkau masyarakat lebih luas melalui media sosial, website, dan platform digital lainnya. Dakwah tidak hanya menjadi ritual, tetapi juga bagian dari gerakan perubahan sosial.
Sebagaimana disampaikan oleh Rasulullah SAW dalam sabdanya, “Sebaik-baik urusan adalah yang pertengahan.” (HR. Al-Baihaqi dan Ath-Thabrani).
Dengan semangat kebersamaan ini, Masjid Puribali berazam akan terus berkembang menjadi pusat dakwah yang inklusif dan maju. Melalui transformasi digital, masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga mercusuar ilmu dan kebijaksanaan bagi masyarakat luas.
Islam yang moderat bukan sekadar teori, tetapi harus menjadi praktik nyata. Masjid Puribali berusaha menghadirkan Islam yang damai, merangkul, dan memberikan solusi atas berbagai tantangan zaman. Dengan semangat rahmatan lil alamin, masjid ini akan terus menjadi rumah bersama bagi semua umat Islam.**
Penulis,
*Ketua DKM Puribali, Bojongsari, Depok