IMBCNews, Namrole_Rayakan Idul Fitri 1446 Hijriah/2025 Masehi. Bupati Kabupaten Buru Selatan (Bursel) La Hamidi dan Wakil Bupati (Wabup) Bursel Gerson Eliaser Selsily (LHM-GES) bersama istrinya, mengunjungi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Salim Alkatiri, Senin, 31 Maret 2025.
“Hari ini kebetulan hari raya Idul Fitri, meskipun ada dalam suasana hari raya. Hari-hari begini yang kita duga pelayanan di Rumah Sakit kurang bagus, tetapi saat kita kesini, pelayanan tetap berjalan dengan baik, ” kata LHM, kepada media ini, Senin, 31 Maret 2025.
Pada kunjungan hari ini terkonfirmasi ada tujuh pasien, empat dewasa dan tiga anak yang dirawat inap pada rumah sakit plat merah ini.
Nampak juga LHM-GES memberikan semangat kepada semua pasien yang sementara menjalani perawatan, selain itu LHM-GES juga membagikan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada para pasien tersebut.
Nampak Bupati juga meminta dokter dan perawat di RSUD dr Salim Alkatiri untuk memberikan pelayanan terbaik bagi kesembuhan pasien.
“Kepada pasien harus mengikuti anjuran dokter, agar cepat sembuh. Dan kepada pasien anak yang merupakan aset, harus dijaga sebaik mungkin karena kedepannya merekalah generasi penerus bangsa, ” ucap sarjana hukum ini.
Orang nomor satu di Fuka Bipolo ini menyebut, kunjungan Ini juga untuk memastikan apa yang menjadi kebutuhan-kebutuhan Rumah Sakit. Sebab, Rumah Sakit harus jadi tempat pelayanan kesehatan lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.
“Olehnya pa Direktur tentunya sudah bisa menangkap apa yang menjadi visi dan misi kami, ” tutur Bupati.
LHM-GES memberikan perhatian khusus kepada pasien yang belum memiliki Bantuan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dan meminta pihak rumah sakit dan dinas sosial untuk membantu pengurusan BPJS bagi pasien yang belum memiliki BPJS Kesehatan.
Adalah Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bursel Usman Ali Ikhsan mengaku pihaknya berkonsultasi dengan pihak rumah sakit, untuk segera memproses BPJS Kesehatan.
“Kita konsultasi dengan pa dirut, untuk pasien yang belum memiliki BPJS kesehatan, kita pastikan untuk mereka harus memiliki Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP), setelah itu sudah ada, saya bersama pa dirut, segera memproses BPJSkesehatannya, ” kata Usman.
Menurutnya, pihak dinas sosial siap untuk melakukan itu secepatnya sehingga pasien dapat teratasi biaya rumah sakitnya.
Sementara itu Direktur RSUD dr Salim Alkatiri Hamid Mukadar, menyebut telah memerintahkan bagian keuangan untuk menyiapkan data pasien yang belum memiliki BPJS, untuk diteruskan ke dinas sosial untuk dibuatkan BPJS kesehatan
“Kalau belum ada kelengkapan persyaratan pembuatan BPJS kesehatan juga, saya dan dinas sosial sama-sama melangkah menghubungi dinas kependudukan dan pencatatan sipil untuk penyelesaian KTP dan KKnya, ” ujar pria yang akrab disapa Mito ini.